Ia merasa pertandingan bisa berjalan lain. "Kami punya peluang terbaik untuk unggul 1-0. Andai itu terjadi, jalannya pasti berbeda. Tapi sepak bola kadang kejam. Mereka hanya butuh dua tembakan untuk dua gol," keluhnya.
Soal keputusan menurunkan Kepa yang kerap dipertanyakan, Arteta bersikukuh. Ia sama sekali tak menyesal.
Di tengah kepahitan ini, Arteta berusaha melihat sisi terang. Masih ada tiga kompetisi lain yang bisa diburu. Ia meminta anak asuhnya tetap tenang dan fokus.
Laga usai. Trofi pergi. Tapi musim belum berakhir. Tantangan berikutnya sudah menunggu.
Artikel Terkait
Bezzecchi Taklukkan Brasil dan Puncaki Klasemen Usai Perjuangan Berat
Inter Milan Tersendat di Fiorentina, Keunggulan di Puncak Klasemen Serie A Menyusut
Haji Putra, dari Lintasan Balap hingga Donasi Ratusan Juta untuk Streamer
Barcelona dan Madrid Menang, Papan Klasemen La Liga Tetap Sengit