“Saya tidak tahu apa yang dirasakan Jason, tapi saya menjalankan pola yang diinstruksikan dari pelatih. Saya menjaga terus fokusnya,” jelas Alwi.
Di sisi lain, catatan belum kehilangan gim tentu memberi keuntungan tersendiri, terutama dalam hal penghematan tenaga. Tapi bagi Alwi, itu bukan jaminan apa-apa. Badminton itu tak bisa ditebak.
“Kalau kondisi bagus, belum tentu main juga bisa bagus. Kalau kondisi jelek, belum tentu main bisa jelek juga,” katanya.
Intinya, siap tempur saja.
Nah, ujian sesungguhnya akan datang segera. Li Shi Feng, unggulan pertama, menanti di semifinal. Laga di St. Jakobshalle, Basel, ini akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke final. Tantangan besar, memang. Tapi Alwi Farhan sudah siap.
Artikel Terkait
Pelatih Persis Solo Beberkan Alasan Cuci Gudang: Mentalitas Pemain Jadi Masalah
Persis Solo Dihukum Larangan Penonton dan Denda Rp135 Juta Usai Kericuhan Suporter
Asnawi Buka Suara: Siap Gabung Persib, tapi Terhalang Kontrak Panjang di Port FC
PSSI Datangkan Pakar Sepak Bola Inggris untuk Perkuat Pendidikan Pelatih