Selama ini, serangan PSM kerap terpusat pada striker-striker asingnya. Ketika kontribusi datang dari sayap seperti Rizky, permainan tim jadi punya variasi. Lawan pun tak bisa lagi fokus menjaga satu-dua pemain saja.
Efek psikologisnya pun besar. Tak lama setelah babak kedua, Gledson Paixao berhasil menggandakan keunggulan. Meski pelatih Tomas Trucha mengaku timnya belum sempurna.
“Kami memulai pertandingan dengan tidak baik. Seharusnya sejak awal kami bermain lebih agresif. Kami butuh waktu untuk menemukan ritme,” kata Trucha.
Namun begitu, tiga poin itu tetaplah fondasi penting untuk membangun kembali moral skuad.
Ujian Melawan Sang Bintang
Kualitas Rizky juga teruji di laga-laga besar. Contohnya saat melawan Persija Jakarta. Di pertandingan berintensitas tinggi itu, ia beberapa kali membuat lini belakang Macan Kemayoran kalang kabut.
Yang menarik, bahkan Jordi Amat bek timnas yang penuh pengalaman harus keluar dari zona nyamannya untuk membendung pergerakan Rizky di sisi kiri.
Ada satu momen yang patut dicatat. Rizky melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Andritany Ardhiyasa gagam menahan sempurna, dan bola liar itu disambar Sheriddin Boboev menjadi gol penyama kedudukan. Boboev yang tercatat sebagai pencetak gol, tapi peran Rizky dalam membangun serangan itu sangat krusial.
Bisakah Menuju Timnas?
Belakangan, publik ramai membicarakan pemain-pemain yang layak dipanggil ke Timnas Indonesia. Kiper Persib, Teja Paku Alam, sering disebut sebagai contoh pemain impresif yang belum mendapat kesempatan.
Nah, Rizky Eka barangkali berada di posisi yang mirip.
Ia bukan nama yang paling bersinar. Tapi lihatlah konsistensi, keberaniannya menghadapi bek lawan, dan kemampuannya membuka ruang. Profil seperti itu membuatnya layak masuk dalam radar.
Timnas butuh pemain sayap yang agresif dan tak takut menyerang. Di situlah Rizky bisa jadi opsi yang menarik.
Tapi sepak bola memang penuh kejutan. Kesempatan sering datang dari pintu yang tak disangka.
Bagi Rizky Eka Pratama, perjalanan dari lapangan futsal hingga bisa membuat bek sekelas Jordi Amat bekerja keras, sudah membuktikan satu hal: ia selalu punya cara untuk tetap relevan.
Kadang, pintu Timnas tidak dibuka oleh nama yang paling gemerlap.
Melainkan oleh pemain yang paham betul kapan waktunya untuk tampil, di momen yang paling menentukan.
Artikel Terkait
Bhayangkara FC Balikkan Keadaan, Kalahkan Arema FC 2-1 di Lampung
Dewa United Hadapi Tekanan Maksimal di Indomilk Arena untuk Balikkan Agregat Lawan Manila Digger
Konglomerasi dan Taipan: Wajah Baru Kepemilikan Klub Sepak Bola Indonesia
Miliano Jonathans Alami Cedera ACL Kedua, Absen dari FIFA Series 2026