JAKARTA – Buat Hanif Sjahbandi, musim 2025-2026 harus dihabiskan di pinggir lapangan. Cedera lutut memaksanya absen panjang dari Persija Jakarta. Tapi jangan bayangkan sang gelandang itu hanya berdiam diri. Di tengah masa pemulihan yang melelahkan, dia justru memilih jalan yang jarang ditempuh pemain lain.
Di usianya yang ke-28, Hanif tetap sibuk. Fokus utama tentu saja pada program rehabilitasi yang ketat. Namun, di sisi lain, perhatiannya juga tercurah pada sebuah peran baru di luar lapangan hijau. Dia kini aktif mengurusi organisasi pesepak bola profesional tanah air.
“Ya alhamdulillah saya dalam keadaan sehat, bisa bertemu teman-teman semua,” ujar Hanif saat ditemui di Kantor APPI, Jakarta, Minggu lalu.
“Memang kendala saya cedera lutut dan harus absen cukup lama. Musim ini sudah selesai bagi saya, jadi saya fokus menata musim depan,” tambahnya.
Rutinitasnya kini diisi latihan fisioterapi rutin. Program itu dirancang khusus bersama tim medis dan pelatih Persija, dengan satu tujuan: memulihkan kondisi lututnya secara optimal. Tapi itu bukan satu-satunya kegiatan yang membuatnya sibuk.
Hanif ternyata punya cara lain mengisi waktu. Dia tak mau menganggur. Baru-baru ini, dia terpilih menjadi Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk periode 2026–2029. Jabatan itulah yang kini banyak menyita waktunya di sela-sela pemulihan.
“Saya juga rutin melakukan latihan sendiri. Saya meminta program dari tim dan tim medis untuk melakukan latihan fisioterapi,” jelasnya.
“Di luar itu saya juga membantu APPI untuk menjalankan organisasi. Jadi tidak menganggur.”
Bagi Hanif, tetap aktif secara mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik. Berdiam diri tanpa kegiatan justru terasa menyiksa. “Artinya walaupun kaki saya tidak berjalan, otak saya masih berjalan. Saya merasa tidak berdaya kalau tidak melakukan apa-apa,” katanya dengan nada jujur.
Namun begitu, dia sepenuhnya sadar bahwa amanah yang diembannya bukan perkara mudah. Memimpin APPI adalah tanggung jawab besar. “Apalagi saya sudah diberikan amanah untuk menjadi Presiden APPI yang tentu tidak mudah,” ucap Hanif.
Di balik semua itu, ada proses pembelajaran yang berharga. Pengalaman memimpin organisasi ini dia anggap sebagai persiapan lain, selain tentunya memulihkan kondisi fisiknya. Harapannya jelas: bisa menjalankan tugas dengan baik di APPI, sekaligus kembali tampil membela Persija ketika musim depan tiba.
Artikel Terkait
Arema FC vs Persebaya di Derby Jatim: Singo Edan Incar Putus Dominasi Bajul Ijo
Bruno Fernandes Samai Catatan Gol Cristiano Ronaldo di Premier League, Kini Incar Rekor Assist
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico