Kekalahan PSM Makassar Picu Kerusuhan Suporter dan Isu Pergantian Pelatih

- Rabu, 04 Maret 2026 | 21:30 WIB
Kekalahan PSM Makassar Picu Kerusuhan Suporter dan Isu Pergantian Pelatih

Menurutnya, saat latihan, PSM tampil meyakinkan. Intensitas tinggi, organisasi permainan rapi, penyelesaian akhir juga bagus. Tapi semua itu seolah menguap begitu pertandingan resmi dimulai.

Fenomena itu terlihat jelas melawan Persita. PSM bisa cetak dua gol, tapi di saat bersamaan pertahanannya jebol empat kali. Keyakinan yang dibangun di lapangan latihan runtuh begitu saja di bawah tekanan laga sesungguhnya.

Klub Besar di Persimpangan Jalan

PSM sekarang ada di fase yang tidak mengenakkan. Posisi di klasemen masih rawan, sementara ikatan emosional dengan suporter mulai retak.

Harus diakui, dalam sejarah panjangnya, PSM lebih dari sekadar klub sepak bola. Ia adalah simbol identitas Kota Makassar. Ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan emosi yang seringkali melampaui batas olahraga biasa.

Nah, di titik inilah keputusan manajemen jadi sangat krusial.

Mempertahankan Trucha untuk proyek jangka panjang? Atau beralih ke Tony Ho yang dianggap lebih paham karakter lokal dan bisa membawa stabilitas dengan cepat?

Laga Melawan Malut United Bisa Jadi Penentu

Manajer tim Muhammad Nur Fajrin bilang, keputusan final masih dalam evaluasi bersama berbagai pihak di klub.

PSM sekarang nangkring di peringkat 13 dengan 23 poin. Cuma selisih lima angka dari zona degradasi. Target finis lima besar jelas sudah tinggal mimpi. Fokus utama sekarang cuma satu: bertahan di Liga 1.

Laga melawan Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, disebut-sebut akan jadi momen penting. Bukan cuma buat peringkat di klasemen, tapi juga buat masa depan kursi pelatih.

Manajemen punya target realistis: kumpulkan 41 poin untuk amankan diri dari degradasi. Angka itu diambil dari rata-rata poin tim yang bertahan di beberapa musim terakhir.

Kalau Tony Ho benar-benar memimpin tim di laga nanti, itu bisa jadi sinyal perubahan arah. Restrukturisasi dilakukan tanpa memutus hubungan dengan Trucha, yang mungkin dialihkan ke peran direktur teknik.

Untuk saat ini, ruang ganti PSM masih dipenuhi ketidakpastian. Tapi satu hal sudah jelas: krisis bukan lagi ancaman, ia sudah jadi kenyataan yang menuntut penyelesaian segera.

Dan pertandingan di Ternate itu, mungkin saja jadi titik balik semuanya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar