BIRMINGHAM Debut mereka di All England berjalan mulus. Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil melibas pasangan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dengan dua gim langsung 21-9 dan 21-17 di Utilita Arena, Rabu dini hari waktu Indonesia. Kemenangan ini mengantarkan mereka ke babak 16 besar, tapi tantangan sesungguhnya baru dimulai.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa menang dengan lancar,” ujar Fikri usai laga. Ia mengakui permainan berjalan alot.
“Bola shuttlecock terasa agak berat saat rally panjang. Mereka lawan yang tangguh, tapi untungnya kami bisa mengendalikan permainan.”
Penampilan ini istimewa bagi Fikri. Ini pertama kalinya ia turun di All England berpasangan dengan Fajar. “Tentu saya pengin kasih kesan bagus dari pertandingan pertama,” katanya. Ada kebanggaan, juga tekad yang jelas terasa dalam nada bicaranya.
Fajar sepakat soal kondisi shuttlecock. Menurutnya, kondisi itu justru memaksa mereka untuk berstrategi. “Kalau serang gegabah, malah jadi bumerang. Defense mereka kan bagus banget,” jelas Fajar.
Solusinya? Main lebih rileks. “Kami fokus pada kontrol, poin demi poin, tidak terburu-buru. Coba nikmati permainan saja.”
Artikel Terkait
Liverpool Tegaskan Alisson Tak Dijual, Nasib Mamardashvili Dipertanyakan
Kekalahan PSM Makassar Picu Kerusuhan Suporter dan Isu Pergantian Pelatih
Dua Ganda Campuran Indonesia Pastikan Satu Tiket Perempat Final All England
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Rafael Leao untuk Antisipasi Minat Klub Asing