Persipura sempat bangkit di masa injury time. W. Lungo memperkecil ketertinggalan, memanfaatkan umpan dari legenda mereka, Boaz Solossa. Tapi itu sudah terlambat. Dengan hasil ini, kedua tim kini mengoleksi 40 poin. Persaingan untuk masuk tiga besar? Sangat ketat.
Namun begitu, suasana di Balikpapan justru muram. Pertandingan antara Persiba Balikpapan dan PSIS Semarang berakhir tanpa gol. Hasil imbang ini sama sekali tidak membantu posisi PSIS. Mereka tetap tercekat di peringkat kesembilan dengan 16 poin, masih terperangkap di zona merah.
Liga 2 masih menyisakan enam pertandingan. Peluang masih ada, tapi waktu tidak banyak. Posisi pertama berarti tiket langsung ke Liga 1. Posisi kedua? Harus melalui playoff yang berliku melawan runner-up Grup A.
Bagi PSS, jalan terang sudah di depan mata. Kunci utamanya adalah menjaga stabilitas yang sudah terbangun. Sebaliknya, bagi PSIS, setiap laga ke depan adalah final. Mereka harus berjuang mati-matian hanya untuk bertahan.
Inilah ironi sepak bola. Dua tim dengan segudang sejarah, kini berada di ujung yang berseberangan. Satu menatap langit, satu lagi bergulat di lumpur. Enam pekan mendatang akan menentukan segalanya. Bukan nama besar yang bicara, tapi ketahanan mental dan tekad di lapangan.
Artikel Terkait
PSM Makassar Gagal Pertahankan Keunggulan, Imbang 2-2 Lawan Persita
PSM Makassar Hadapi Persita dalam Laga Penuh Tekanan di Stadion Gelora BJ Habibie
Tavares Hadapi Ujian Berat Lawan Persib di Tengah Jadwal Padat Persebaya
Kontingen Indonesia Siap Bertarung di All England 2026