Transformasi Gali Freitas di Bawah Asuhan Tavares Jadi Ancaman Serius bagi Persib

- Senin, 02 Maret 2026 | 16:30 WIB
Transformasi Gali Freitas di Bawah Asuhan Tavares Jadi Ancaman Serius bagi Persib

SURABAYA Sepak bola itu aneh. Kadang, perubahan besar justru datang dari hal-hal yang sederhana. Bukan dari taktik canggih atau pemain mahal, tapi dari sebuah percakapan.

Gali Freitas tahu betul soal ini.

Sebelum Bernardo Tavares datang, posisinya di Persebaya bisa dibilang biasa saja. Ia aktif, kontribusinya ada, tapi belum jadi sosok yang benar-benar menakutkan. Dari 15 laga, cuma dua gol dan tiga assist yang ia catat. Statistik yang pas untuk pemain pelengkap.

Tapi semuanya berubah pelan-pelan sejak Tavares memegang kendali.

Perubahannya tidak instan. Tidak juga dramatis. Tapi kalau diperhatikan, gerakannya jadi lebih berani. Keputusannya di lapangan lebih cepat. Nalurinya di depan gawang lawan terasah. Hasilnya? Empat gol dan tiga assist tambahan menyusul setelah sang pelatih baru datang. Total enam gol dan enam assist musim ini angka yang menempatkannya sebagai salah satu pemain paling produktif di skuad Bajul Ijo.

Angka-angka itu, bagi Gali, bukan cuma deretan statistik. Itu cermin dari perubahan di kepalanya.

Gali bilang, pendekatan Tavares beda. Pelatih asal Portugal itu tidak cuma ngomong di ruang rapat atau lapangan latihan. Dia membangun hubungan. Secara personal.

“Dia selalu mengajak pemain bertemu secara personal, termasuk saya,” ujar Gali.

Pertemuan empat mata itulah yang jadi kuncinya. Dalam rutinitas tim yang padat, jarang ada ruang untuk dialog seperti itu. Tavares memberikan evaluasi mendetail: soal posisi tubuh, kontrol bola, sampai keputusan akhir di depan gawang.

Buat Gali, perhatian semacam itu ibarat suntikan kepercayaan diri.

Ia tidak lagi cuma menjalankan perintah. Sekarang ia paham betul perannya. Setiap gerak punya tujuan. Setiap serangan dibawa dengan keyakinan.

“Karisma Coach Tavares melengkapi semuanya,” katanya lagi.

Kalimat sederhana yang punya arti besar. Kepercayaan dari pelatih ternyata bisa mengubah cara seorang pemain melihat dirinya sendiri.

Nah, perubahan Gali ini sekarang jadi bahan perhatian serius buat Persib Bandung.

Dulu, pertahanan lawan mungkin lebih fokus ke nama-nama seperti Ramadhan Sananta. Sekarang, ancaman justru mengintai dari sisi lapangan. Gali tumbuh jadi winger modern tidak cuma ngambang di pinggir, tapi rajin menyusup ke kotak penalti. Mencari celah. Muncul tiba-tiba.

Gerakan diagonalnya sering bikin pertahanan lawan kocar-kacir. Dia bukan tipe pemain yang menunggu bola. Dia yang menciptakan momen.

Dalam skema Tavares, peran sayap memang didesain ulang. Mereka bukan sekadar mesin umpan silang. Mereka adalah penyerang kedua yang siap menerjang begitu bek tengah lengah.

Itu yang bikin Gali sekarang terasa lebih berbahaya.

Persib bakal dihadapkan pada dilema. Menutup ruang di tengah, berarti memberi ruang di sayap. Tapi kalau memberi kelonggaran pada Gali, sama saja mengundang bahaya langsung ke jantung pertahanan.

Belum lagi faktor Gelora Bung Tomo. Dukungan Bonek yang menderu bisa memberi energi ekstra, membuat pemain tampil melampaui batas normal.

Bagi Gali, laga melawan Persib bukan cuma pertandingan biasa. Ini panggung buat membuktikan bahwa transformasinya bukan kebetulan musiman.

Bahwa dia bukan lagi figuran.

Dan buat Persib, ancaman terbesar mungkin bukan striker yang berdiri di depan kiper. Tapi sosok yang datang dari samping diam, cepat, dan mematikan.

Namanya jelas: Gali Freitas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar