Dia benar. Posisi start yang bagus itu seperti anugerah. Veda bisa terhindar dari berantakan dan saling senggol di rombongan tengah yang biasanya kacau di tikungan pertama. Jalannya jadi lebih terbuka untuk langsung menekan dan mengatur ritme di sirkuit Buriram yang penuh liku ini.
Namun begitu, baginya kualifikasi cuma awal. Pertarungan sesungguhnya baru akan terjadi beberapa jam lagi di lintasan. Di kelas Moto3 yang serba cepat dan penuh kejutan, kesiapan fisik dan kematangan taktik adalah segalanya. Tekanan akan datang dari segala penjuru.
Tapi Veda seperti tak memedulikan beban itu. Yang ada di matanya cuma satu: garis finis. Tidak ada rasa gentar, yang terpancar justru tekad baja untuk mengharumkan nama Indonesia.
"Kita lihat saja nanti. Aku siap menjalani race hari ini dan akan memberikan yang terbaik!" tegasnya. Kata-kata itu terdengar seperti pernyataan perang bagi para rivalnya.
Kini, sejarah benar-benar ada di genggamannya. Jika Veda bisa mempertahankan konsistensi dan kecepatan seperti di kualifikasi, bukan hal mustahil kita akan mendengar Indonesia Raya berkumandang di podium siang nanti.
Dukungan dari seluruh penjuru negeri mengalir deras, menyertai setiap putaran rodanya di Sirkuit Chang. Semua sudah siap. Ini saatnya pembuktian. Saatnya Veda Ega Pratama membuat kita semua berdecak kagum.
Artikel Terkait
PSG Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Le Havre
Bayern Munchen Kalahkan Dortmund 3-2, Kokohkan Puncak Klasemen
Inter Milan Kokoh di Puncak, Napoli Menang Dramatis
Lamine Yamal Cetak Hattrick, Barcelona Hajar Villarreal 4-1 di Pekan Ke-26 La Liga