Optimisme yang sederhana, tapi penuh beban.
Sementara Bandung merayakan kebangkitan, cerita di Makassar agak lain. Alex Tanque masih jadi ujung tombak PSM. Secara statistik, enam gol dari 17 laga itu bukan angka yang buruk, malah terbaik di tim. Tapi angka lain bercerita berbeda.
Dari 30 tembakan, 16 di antaranya melenceng. Itu yang terbanyak di skuad Pasukan Ramang. Statistik itu menggambarkan paradoks: aktif dan agresif, tapi kurang klinis di momen penentu.
Di lapangan, peran Alex sebenarnya tetap vital. Ia menarik perhatian bek lawan, membuka ruang untuk kawan. Masalahnya cuma satu: sentuhan akhir. Itu momen sepersekian detik yang membedakan striker tajam dan yang lagi buntu. Dan fase seperti ini lebih sering soal mental daripada teknik belaka.
Striker hidup dari kepercayaan diri. Saat gol mandek, setiap peluang terasa berat, setiap keputusan diwarnai keraguan.
Yang ironis, dukungan untuk Alex sebenarnya ada. Victor Luiz, bek sayap itu, sudah menyumbang lima assist dan rajin menciptakan peluang. Yuran Fernandes di belakang juga solid. Fondasi tim sebenarnya kokoh.
Artinya, persoalan PSM bukan pada cara mereka membangun serangan, tapi pada cara mereka menyelesaikannya. Mereka cuma kurang tajam.
Dua "Tanque", dua jalan cerita. Julukan yang sama, yang artinya "tank", identik dengan kekuatan dan ketangguhan. Tapi musim ini menunjukkan betapa nasib bisa berjalan tak terduga.
Ramon sedang di fase naik, di mana segalanya terasa mudah. Alex ada di fase sebaliknya, di mana kerja keras belum berbuah manis. Perbedaannya? Mungkin cuma satu gol.
Dan dalam dunia striker, satu gol bisa mengubah segalanya: suasana hati, performa, bahkan nasib sebuah tim di papan klasemen.
Putaran kedua kompetisi akan jadi babak penentuan. Bisakah Ramon pertahankan momentumnya? Atau justru Alex yang bangkit dan mengubah masa sulitnya jadi titik balik?
Sepak bola selalu menyisakan ruang untuk kejutan. Bagi kedua "Tanque" ini, cerita musim ini jelas belum selesai ditulis.
Artikel Terkait
Persebaya Hadapi Ujian Ketajaman Lini Depan Saat Jamu Persib
Dua Wakil Indonesia Gagal Melangkah ke Final German Open 2026
Tavares Hadapi Bayangan Rekor Buruk Lawan Hodak di Duel Persebaya vs Persib
PSM Makassar Terperosok dalam Krisis Performa Usai Kalah Lagi dari Persebaya