JAKARTA – Ruang untuk berbuat salah sudah hampir tak ada. Itulah situasi yang menghantui klub-klub di BRI Super League 2025/2026, yang kini memasuki pekan ke-24. Setiap laga terasa seperti final mini. Emosi makin meninggi, dan papan klasemen tak lagi cuma deretan angka ia jadi peta jalan yang jelas, menunjukkan siapa yang masih punya nyali berebut gelar dan siapa yang mulai kehilangan pijakan.
Nah, pekan ini bakal jadi penentu. Dua duel besar siap mengguncang struktur kompetisi: Persebaya Surabaya menjamu sang pemuncak, Persib Bandung. Tak kalah seru, Persija Jakarta bakal berjibaku melawan Borneo FC di papan atas. Dua pertandingan, dua cerita yang sama-sama panas. Intinya, momentum di akhir musim ini jadi segalanya.
Mari kita mulai dari Surabaya. Stadion Gelora Bung Tomo, Senin malam nanti, dipastikan bakal bergetar. Persebaya menghadapi ujian terberat mereka musim ini. Lawannya bukan main: Persib Bandung, tim yang paling konsisten sejauh ini dan lagi on-fire dengan enam kemenangan beruntun. Aura Maung Bandung sebagai kandidat juara terasa makin kuat.
Tapi jangan remehkan si Green Force. Mereka baru saja meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar. Hasil itu, meski tak terlalu gemilang, berhasil mengembalikan sedikit kepercayaan diri yang sempat goyah. Bagi Bernardo Tavares dan anak asuhnya, laga ini lebih dari sekadar tiga poin.
Ini soal membuka kembali pintu ke papan atas. Kalah? Bisa-bisa mereka makin tertinggal. Di sisi lain, Persib datang dengan misi sederhana: jaga jarak. Di fase krusial begini, konsistensi dan poin jauh lebih berharga daripada permainan cantik. Bung Tomo akan jadi ajang pertarungan antara ambisi kebangkitan dan ketangguhan sang pemimpin.
Sehari kemudian, panasnya kompetisi berpindah ke Jakarta International Stadium. Persija, yang nangkring di posisi kedua dengan 50 poin, harus berhadapan dengan Borneo FC yang mengintai di belakangnya. Selisih cuma satu poin, dan Borneo punya tabungan satu laga lebih sedikit. Jadi, hasil di sini bisa langsung jungkir-balikkan papan atas.
Persija punya dendam, setelah takluk di kandang Borneo pada pertemuan pertama. Sementara sang tamu datang dengan modal kepercayaan diri usai menggasak Arema FC 3-1 pekan lalu. Ini jelas bukan cuma perebutan posisi kedua. Ini duel hidup-mati untuk menjaga mimpi juara tetap bernyawa.
Kita tahu, dalam liga panjang, momentum di akhir musim sering kali lebih menentukan daripada sekadar kualitas pemain. Tim yang bisa menjaga ritme kemenangan di fase krusial inilah yang biasanya jadi pemenang.
Di luar dua laga utama, pekan ke-24 tetap menawarkan cerita lain yang tak kalah penting. PSM Makassar, yang lagi lesu, akan menjamu Persita Tangerang. Lalu ada duel Dewa United vs Bhayangkara FC yang bisa mengocok papan tengah. Tak ketinggalan, laga panas antara Arema FC dan Bali United yang selalu menjanjikan intensitas tinggi.
Intinya, setiap tim punya alasan sendiri untuk bertarung habis-habisan. Ada yang masih ngotot kejar gelar, ada yang cuma ingin amankan posisi, dan tak sedikit yang berjuang supaya terhindar dari jurang degradasi.
Sepak bola memang terus berubah. Tapi satu hal yang selalu sama: tekanan di akhir musim adalah lawan yang paling sulit. Pekan ke-24 ini bukan cuma tentang jadwal. Ini adalah momen di mana semua ambisi dihadapkan pada realitas yang keras.
Persebaya mencoba menjegal sang raja sementara. Persija dan Borneo berebut napas terakhir. Sementara yang lain berjuang agar musim mereka tidak berakhir lebih cepat.
Dan seperti biasa dalam sepak bola, dalam satu pekan saja, segalanya bisa berubah total.
Artikel Terkait
Kurniawan Minta Maaf Usai Timnas U-17 Takluk dari Malaysia
Mantan Kiper Arsenal dan Austria, Alex Manninger, Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api
Nathan Tjoe-A-On Kembali Bermain Usai Kasus Paspor, Willem II Raih Kemenangan
Pelatih Persija Ingatkan Konsistensi Jadi Kunci Kejar Gelar Juara