Suasana di Allianz Stadium, Turin, malam itu benar-benar mencekam. Juventus baru saja tersingkir dari Liga Champions setelah drama babak perpanjangan waktu melawan Galatasaray. Dan di tengah kerumunan, Manuel Locatelli mengaku hampir tak kuasa menahan air mata. "Saya jujur merasa seperti ingin menangis," ujarnya.
Misi mereka memang terlihat mustahil sejak awal. Kekalahan telak 2-5 di Istanbul membuat Juventus butuh keajaiban di kandang sendiri. Namun, harapan itu sempat menyala. Locatelli sendiri yang membuka skor lewat titik putih, memberi sinyal bahwa comeback mungkin saja terjadi.
Namun begitu, segalanya berubah drastis di menit ke-48. Lloyd Kelly mendapat kartu merah, memaksa Juventus bertahan dengan sepuluh pemain selama sisa pertandingan. Tekanan dari tim asal Turki itu pun semakin menjadi-jadi.
Meski timpang, Juventus malah menunjukkan gigi. Gol dari Federico Gatti dan Weston McKennie benar-benar memaksa pertandingan masuk ke babak tambahan waktu. Bahkan, Edon Zhegrova punya peluang emas untuk mengakhiri drama lebih cepat. Tapi, bola gagal masuk.
Di sisi lain, keunggulan jumlah pemain akhirnya berbicara. Galatasaray memanfaatkannya dengan sempurna lewat dua gol telat dari Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz. Agregat akhir 7-5 mengantarkan mereka ke 16 besar, sekaligus mengubur harapan Juventus.
Artikel Terkait
Latihan PSIS Memanas, Dua Pemain Asing Hampir Berkelahi Jelang Laga Krusial
Persebaya Raih Kemenangan Tipis Atas PSM, Tavares Fokus ke Laga Berat Lawan Persib
Real Madrid Usir Anggota Tribun yang Lakukan Salam Nazi di Bernabéu
Veda Ega Pratama Andalkan Kenangan Buriram untuk Debut Moto3 2026