“Kesempatan saya berikan, ini memberi opsi pilihan untuk kami di posisi pemain muda, andai pemain lainnya tidak bisa main,” jelas Hodak.
“Musim ini kami memainkan Nazriel, Robi, Kakang, Fitrah juga main untuk satu pertandingan.”
Kemenangan tipis atas Persita jelas momentum yang bagus. Tapi di balik tiga poin itu, ada cerita lain yang mulai terbentuk: fondasi regenerasi. Tim pelatih pelan-pelan memberi panggung pada pemain muda, sebuah investasi untuk masa depan.
Hodak menegaskan ini adalah bagian dari rencana jangka panjang. Tujuannya sederhana: mempersiapkan mereka, termasuk Dion Markx, untuk tampil di level yang lebih tinggi nantinya.
“Pada masa depan, kami bisa mempersiapkannya dan bermain di laga dengan level yang lebih tinggi,” tandas pelatih asal Kroasia itu.
Jadi, meski hanya sebentar, debut Dion Markx sudah cukup strategis. Namanya kini resmi masuk dalam peta persaingan internal Persib. Tantangannya ke depan? Membuktikan konsistensi. Agar perannya bisa lebih besar lagi di sisa musim Super League 2025-2026 ini.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final Badminton Asia Championships 2026
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tekanan dan Harapan Jelang Semifinal Lawan Vietnam
Barcelona Tunda Pergerakan untuk Leao, Fokus Selesaikan Transfer Rashford
Lima Wakil Indonesia Bertarung di Perempat Final Badminton Asia Championship 2026