“Kesempatan saya berikan, ini memberi opsi pilihan untuk kami di posisi pemain muda, andai pemain lainnya tidak bisa main,” jelas Hodak.
“Musim ini kami memainkan Nazriel, Robi, Kakang, Fitrah juga main untuk satu pertandingan.”
Kemenangan tipis atas Persita jelas momentum yang bagus. Tapi di balik tiga poin itu, ada cerita lain yang mulai terbentuk: fondasi regenerasi. Tim pelatih pelan-pelan memberi panggung pada pemain muda, sebuah investasi untuk masa depan.
Hodak menegaskan ini adalah bagian dari rencana jangka panjang. Tujuannya sederhana: mempersiapkan mereka, termasuk Dion Markx, untuk tampil di level yang lebih tinggi nantinya.
“Pada masa depan, kami bisa mempersiapkannya dan bermain di laga dengan level yang lebih tinggi,” tandas pelatih asal Kroasia itu.
Jadi, meski hanya sebentar, debut Dion Markx sudah cukup strategis. Namanya kini resmi masuk dalam peta persaingan internal Persib. Tantangannya ke depan? Membuktikan konsistensi. Agar perannya bisa lebih besar lagi di sisa musim Super League 2025-2026 ini.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Putri Indonesia Hadapi Thailand di Laga Pembuka Piala AFF 2026
Fiorentina dan Bologna Menang Tipis, Papan Tengah Serie A Bergeser
Inter Milan Berjuang Balikkan Agregat Lawan Bodo/Glimt di San Siro
Manchester United Kalahkan Everton 1-0, Sesko Bawa Tiga Poin Krusial