Persebaya Peringkat Tiga Klasemen Tandang Liga Super, Pertahanan Lebih Baik dari Persib dan Borneo

- Rabu, 18 Februari 2026 | 12:00 WIB
Persebaya Peringkat Tiga Klasemen Tandang Liga Super, Pertahanan Lebih Baik dari Persib dan Borneo
Analisis Laga

JAKARTA – Kalau ngomongin performa tandang musim ini, satu nama yang bikin lawan ciut: Persebaya Surabaya. Ya, tim asuhan Bernardo Tavares itu ternyata punya catatan pertahanan yang lebih apik ketimbang raksasa seperti Persib Bandung dan Borneo FC. Fakta ini cukup mengejutkan, tapi datanya berbicara sendiri.

Di Liga Super 2025/2026, Green Force menjelma jadi momok bagi tuan rumah. Mereka sekarang nangkring di posisi ketiga klasemen khusus laga tandang. Pencapaiannya bahkan melampaui Persib, lho. Bukan cuma isapan jempol belaka.

Bayangkan, dari sepuluh kali bertandang, mereka cuma sekali pulang dengan kekalahan. Sisanya? Empat kemenangan dan lima hasil imbang. Konsistensi yang luar biasa, kalau kita lihat.

Persija Masih di Puncak

Memang, puncak daftar masih ditempati Persija Jakarta dengan 21 poin. Tapi, mereka sudah main lebih banyak satu laga dan pertahanannya lebih sering bobol sudah kebobolan 10 gol.

Nah, di posisi kedua ada Borneo FC dengan 19 poin. Masalahnya, pertahanan mereka terbilang rapuh. Gawangnya sudah bolong 13 kali saat bermain di kandang lawan.

Di sinilah keunikan Persebaya muncul. Mereka mengoleksi 17 poin, sama persis dengan Persib Bandung. Tapi, selisih gol jadi penentunya. Persebaya unggul tipis dengan 6, sementara Maung Bandung cuma 5. Malut United juga ikut meramaikan dengan poin sama, tapi selisih gol mereka cuma 3. Jadi, posisi ketiga milik Surabaya.

Kunci Utama: Pertahanan Baja

Rahasianya apa? Jawabannya sederhana: pertahanan yang disiplin dan solid. Cuma enam gol yang berhasil membobol gawang Persebaya dalam sepuluh laga tandang. Angka yang fantastis.

Di sisi lain, serangan mereka tetap tajam dengan 12 gol tercipta. Kombinasi inilah yang menghasilkan selisih gol 6 itu. Menariknya, rekor pertahanan mereka jauh lebih bersih ketimbang dua tim di atasnya, Persija dan Borneo. Itu alarm bahaya buat siapa pun yang akan menjamu mereka.

Fenomena "Mode Away"

Tapi ada paradoks yang lucu. Di kandang sendiri, Gelora Bung Tomo, justru hasilnya seringkali mengecewakan. Baru-baru ini mereka takluk dari Bhayangkara FC. Ironis, kan? Ganas di luar, tapi lesu di rumah.

Justru fenomena ini melahirkan jargon kocak di kalangan Bonek: "Mode Away". Mereka percaya betul timnya lebih mematikan saat jauh dari tekanan suporter kandang.

"Lek mode away ditinggal turu karo mangan soto menang dewe,"

begitu celetukan seorang suporter, menggambarkan kepercayaan bahwa timnya bisa menang dengan tenang tanpa harus ditonton langsung.

Ujian Berikutnya di Jepara

Kekalahan di GBT tentu pahit. Tapi Bernardo Tavares sudah mengingatkan anak asuhnya untuk melupakannya. Fokus sekarang adalah laga pekan depan melawan Persijap Jepara.

Ini kesempatan buat membuktikan bahwa gelar "Raja Tandang" bukan cuma kebetulan semata. Persijap akan jadi korban berikutnya, jika mereka konsisten.

"Kami harus segera melangkah maju, menghapus kekalahan kemarin dari ingatan, dan memfokuskan seluruh energi untuk memenangkan laga selanjutnya,"

tegas Tavares.

Pertandingan di Jepara nanti bakal jadi penentu. Masih tajamkah taring si buaya ketika berburu di kandang orang? Kita tunggu saja.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar