MURIANETWORK.COM - Pebulu tangkis Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, mengungkap inspirasi di balik selebrasi khasnya usai menjuarai Thailand Masters 2026. Atlet yang akrab disapa Ubed itu membantah gaya "jari kotak" yang dilakukannya terinspirasi dari pebulu tangkis Jepang, Tomoka Miyazaki. Ia mengaku hanya meniru rekan senegaranya, Alwi Farhan, yang lebih dulu melakukan selebrasi serupa.
Inspirasi dari Rekan Setim
Kemenangan gemilang atas wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, di partai final Thailand Masters 2026 bukan hanya membawa pulang gelar Super 300 pertama bagi Ubed. Momen selebrasinya dengan membentuk kotak menggunakan jari-jari tangan juga langsung menjadi sorotan. Gaya itu mengingatkan pada gerakan seseorang yang sedang memotret.
Meski sempat dikaitkan dengan Tomoka Miyazaki yang memiliki gaya perayaan serupa, Ubed dengan tegas membantahnya. Saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, ia menjelaskan bahwa inspirasi utamanya justru datang dari dalam negeri.
"Enggak (gayanya terinspirasi dari Miyazaki)," tegas Ubed.
"Selebrasi yang begini? Saya mengikuti (Alwi) saja. Masa larinya ke sana (Miyazaki), dia kan sudah lama bikinnya," imbuh pebulu tangkis asal Jawa Timur itu.
Makna di Balik "Bingkai Foto"
Ubed mengaku meniru gaya Alwi Farhan, yang sebelumnya sukses menjuarai Indonesia Masters 2026. Meski mengikuti, ia mengakui tidak sepenuhnya memahami makna spesifik dari gerakan tersebut. Saat ditanya artinya, Ubed hanya tersenyum dan tertawa ringan.
"Ya enggak apa-apa kan soalnya habis juara juga kan, makanya mengikuti (Alwi). Aduh itu (arti gayanya) kayak memfoto begitu. Nah memfoto (apa) enggak tahu haha," ujarnya.
Sementara itu, Alwi Farhan, sang "inspirator", mengaku tidak ada koordinasi khusus dengan Ubed soal selebrasi itu. Ia pun berkelakar tentang arah bidikan "kamera" jari Ubed. Bagi Alwi, gerakan itu dimaknai sebagai momen memotret sang pelatih, Indra Widjaja, dari lapangan.
"Enggak tahu si Ubed, kita tahu arahnya ke mana hahaha," canda Alwi.
Interaksi santai antar atlet ini menunjukkan dinamika persahabatan di dalam tim. Selebrasi yang terlihat sederhana ternyata menjadi simbol kebersamaan dan saling memotivasi di antara atlet muda Indonesia, sekaligus menjadi penanda kemenangan yang mereka raih dengan kerja keras.
Artikel Terkait
PSM dan Unhas Jalin Kerja Sama, Yuran Fernandes Jadi Magnet Acara
Persebaya Hadapi Bhayangkara dalam Duel Bernardo Tavares vs Paul Munster
Persela Datang Lebih Awal ke Semarang, Siap Hadapi PSIS di Jatidiri
PSM Andalkan Duet Tanque-Boboev untuk Hadapi Damion Lowe di Laga Krusial