Ester Wardoyo Kembali dari Cedera, Tim Bulutangkis Putri Raih Perunggu BATC 2026

- Kamis, 12 Februari 2026 | 02:15 WIB
Ester Wardoyo Kembali dari Cedera, Tim Bulutangkis Putri Raih Perunggu BATC 2026

MURIANETWORK.COM - Tim beregu putri Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 pada babak semifinal, Jumat (13/2/2026). Berlaga di Qingdao Conson Gymnasium, China, skuad Merah-Putih takluk 1-3 dari Korea Selatan dan dipastikan membawa pulang medali perunggu. Di balik hasil itu, turnamen ini menandai kembalinya tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo ke lapangan setelah hampir satu tahun vakum akibat cedera serius.

Kembali Setelah Perjuangan Melawan Cedera

Kehadiran Ester di Qingdao bukanlah pencapaian biasa. Untuk kembali mengenakan jersey timnas, atlet berusia 20 tahun itu harus melewati proses pemulihan panjang dari cedera retak tulang kering kanan yang dialaminya sejak Taiwan Open Mei 2025. Serangkaian tes fisik dan medis yang ketat menjadi gerbang yang harus dilaluinya sebelum dinyatakan siap bertanding.

Bagi Ester, tantangan terbesar bukan hanya kesembuhan fisik, tetapi juga mengembalikan ritme pertandingan dan daya tahan di level turnamen elite Asia. Kepercayaan yang diberikan pelatih untuk dimasukkan dalam skuad beregu menjadi suntikan motivasi tersendiri di awal perjalanan kembalinya.

“Puji Tuhan, dipercayai main dan dikasih kesempatan main untuk pertandingan beregu ini. Yang pasti saya senang bisa kembali lagi di turnamen ini, tidak gampang juga sampai di detik ini dari saya pemulihan dan persiapannya juga,” tutur Ester, mengungkapkan rasa syukurnya.

Kegembiraannya bahkan sempat memuncak ketika ia menjadi penentu kemenangan tim di babak sebelumnya. Momen itu ia jadikan pembuktian, sekaligus bentuk dedikasi.

“Saya hanya mau menunjukkan yang terbaik untuk tim dan buat masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Semifinal yang Berakhir Tanpa Tampil

Sayangnya, narasi comeback heroik Ester harus terhenti di semifinal. Dijadwalkan turun di partai kelima sebagai tunggal ketiga, ia tidak sempat mengayunkan raket. Pertandingan sudah berakhir lebih dulu setelah Korea Selatan unggul 3-1.

Kekalahan diawali dari Thalita Ramadhani Wiryawan yang takluk dari Kim Ga Eun, disusul kekalahan duet ganda Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum. Satu poin penghidup sempat datang dari tunggal kedua, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, yang tampil dominan mengalahkan Park Ga Eun. Namun, harapan sirna setelah pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi kalah tipis dalam duel tiga gim yang menegangkan.

Sebuah Langkah Awal yang Penuh Arti

Meski langkah tim terhenti dan ia tak mendapat kesempatan bermain di semifinal, kehadiran Ester di Qingdao telah memberikan sinyal positif. Perjuangannya bangkit dari cedera yang menguras mental dan fisik menunjukkan ketangguhan yang diperlukan seorang atlet top.

Medali perunggu BATC 2026, meski bukan warna yang diharapkan, menjadi capaian kolektif yang patut diacungi jempol. Bagi Ester secara pribadi, ini adalah fondasi penting. Pengalaman bertanding kembali di level Asia, merasakan tekanan tim, dan menyelesaikan turnamen dengan tubuh sehat, adalah modal berharga yang jauh lebih berarti sebagai persiapan menuju turnamen-turnamen individu mendatang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar