Kontribusinya bagi tim nasional juga tak kalah gemilang. Ardy turut andil membawa Indonesia meraih Piala Thomas pada 1994 dan 1996, serta menyumbang medali emas di Asian Games 1994.
Transisi Karier dan Keputusan untuk Pindah
Setelah gantung raket, Ardy memulai babak baru dengan menjadi pelatih di Amerika Serikat, sebelum akhirnya berpindah ke Kanada pada 2001. Di sana, ia dipercaya memegang peran strategis sebagai Pelatih Kepala di National Training Centre yang bekerja sama dengan Badminton Canada.
Langkah hidup yang lebih permanen diambilnya tiga belas tahun kemudian. Setelah bertahun-tahun membangun kehidupan dan karier di tanah rantau, Ardy resmi menjadi warga negara Kanada pada 2014.
Keputusan ini tentu saja menuai beragam tanggapan. Menanggapi hal tersebut, Ardy menegaskan bahwa cintanya pada tanah air tidak pernah luntur. "Satu yang pasti, Ardy B Wiranata menegaskan dirinya selalu mencintai Indonesia," jelasnya. Ia menambahkan bahwa pilihan tersebut murni didasari oleh pertimbangan praktis setelah ia dan keluarganya menetap sangat lama di Amerika Utara.
Hingga kini, Ardy B. Wiranata tetap aktif dalam dunia badminton, mengabdikan keahliannya yang didapat dari pengalaman bertahun-tahun di level elit untuk membina atlet-atlet baru di negara tempatnya kini berdomisili.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Kejutkan COTA, Start P4 Moto3 AS 2026
Barcelona Incar Bastoni, Inter Buka Opsi Tukar Pemain
Pangsuma FC Hajar Kuda Laut Nusantara 4-1 di Lanjutan Liga Futsal Profesional
PSIS Semarang Hadapi Laga Krusial Kontra Persipal Palu di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Degradasi