MURIANETWORK.COM - Ardy B. Wiranata, salah satu jagoan bulu tangkis Indonesia era 1990-an, kini menetap dan berkarya sebagai pelatih di Kanada. Mantan atlet yang pernah membawa harum nama Indonesia di kancah dunia ini resmi menjadi warga negara Kanada pada 2014. Keputusan tersebut, yang diambil setelah lebih dari satu dekade berkarier di luar negeri, sempat menjadi perbincangan publik. Artikel ini mengulas perjalanan karier gemilang Ardy di lapangan hijau dan alasan di balik pilihannya untuk menetap di negara baru.
Masa Keemasan di Lapangan
Di puncak kariernya, Ardy B. Wiranata bersanding dengan deretan legenda tunggal putra Indonesia seperti Alan Budikusuma, Joko Suprianto, dan Hermawan Susanto. Yang membuatnya menonjol adalah statusnya sebagai salah satu pebulu tangkis termuda saat itu, sebuah bakat yang matang sebelum waktunya.
Prestasi Puncak di Olimpiade Barcelona 1992
Pada usia yang relatif sangat muda, 22 tahun, Ardy berhasil melangkah hingga ke final Olimpiade Barcelona 1992. Perjalanannya ke babak penentuan penuh dengan kemenangan atas nama-nama besar. Di perempatfinal, ia mengalahkan jagoan Denmark, Hoyer Larsen, dengan dua game langsung. Pertarungan sengit terjadi di semifinal melawan rekan senegaranya, Hermawan Susanto, di mana Ardy berhasil bangkit setelah kalah di game pertama.
Sayangnya, di partai puncak, ia harus mengakui keunggulan seniornya, Alan Budikusuma. "Sayangnya di final, Ardy B Wiranata kalah 12-15 dan 13-18 dari Alan Budikusuma," tuturnya dalam sebuah refleksi.
Kontribusinya bagi tim nasional juga tak kalah gemilang. Ardy turut andil membawa Indonesia meraih Piala Thomas pada 1994 dan 1996, serta menyumbang medali emas di Asian Games 1994.
Transisi Karier dan Keputusan untuk Pindah
Setelah gantung raket, Ardy memulai babak baru dengan menjadi pelatih di Amerika Serikat, sebelum akhirnya berpindah ke Kanada pada 2001. Di sana, ia dipercaya memegang peran strategis sebagai Pelatih Kepala di National Training Centre yang bekerja sama dengan Badminton Canada.
Langkah hidup yang lebih permanen diambilnya tiga belas tahun kemudian. Setelah bertahun-tahun membangun kehidupan dan karier di tanah rantau, Ardy resmi menjadi warga negara Kanada pada 2014.
Keputusan ini tentu saja menuai beragam tanggapan. Menanggapi hal tersebut, Ardy menegaskan bahwa cintanya pada tanah air tidak pernah luntur. "Satu yang pasti, Ardy B Wiranata menegaskan dirinya selalu mencintai Indonesia," jelasnya. Ia menambahkan bahwa pilihan tersebut murni didasari oleh pertimbangan praktis setelah ia dan keluarganya menetap sangat lama di Amerika Utara.
Hingga kini, Ardy B. Wiranata tetap aktif dalam dunia badminton, mengabdikan keahliannya yang didapat dari pengalaman bertahun-tahun di level elit untuk membina atlet-atlet baru di negara tempatnya kini berdomisili.
Artikel Terkait
Juventus Fokus Perpanjang Kontrak McKennie dan Spalletti Usai Gagal Datangkan Striker
Indonesia Open 2027 Bakal Berlangsung 11 Hari, PBSI Siapkan Investasi Jangka Panjang
Tiket Early Bird Laga Penentu Persib vs Ratchaburi di GBLA Dibuka
Rahmat Arjuna Minta Maaf ke Suporter Usai Bali United Takluk dari Persebaya