MURIANETWORK.COM - Federasi Bulutangkis Indonesia (PBSI) secara sengaja tidak menurunkan skuad terkuatnya pada Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026. Keputusan strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan jangka menengah menuju Piala Thomas dan Uber, meski hasil akhir tim putra gagal mencapai target final. Sementara itu, tim putri berhasil meraih medali perunggu sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Target dan Realita di Lapangan
Perjalanan kedua tim nasional Indonesia di BATC 2026 berakhir di babak semifinal. Di sektor putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti dan kawan-kawan takluk 1-3 dari Korea Selatan. Nasib serupa dialami tim putra yang dihuni Anthony Sinisuka Ginting dkk, yang juga tumbang dengan skor yang sama dari Jepang. Dengan demikian, kontingen Indonesia menutup turnamen dengan membawa pulang dua medali perunggu.
Menanggapi hasil tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa BATC 2026 sejak awal tidak semata-mata ditujukan untuk memburu gelar juara. Turnamen ini lebih diposisikan sebagai momentum penting untuk memetakan kekuatan dan mempercepat proses regenerasi skuad nasional.
Pencapaian Positif dari Sektor Putri
Dari kacamata federasi, target untuk tim putri dinilai telah tercapai. Medali perunggu yang diraih dianggap selaras dengan proyeksi awal dan memberikan gambaran yang cukup stabil mengenai kondisi tim jelang Piala Uber 2026 mendatang.
Perhatian khusus juga diberikan pada performa beberapa pemain muda. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Ester Nurumi Tri Wardoyo, misalnya, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Penampilan keduanya dinilai memberikan sinyal positif tentang kesiapan bibit-bibit baru untuk bersaing di tingkat Asia.
“Dari sisi target, saya mengapresiasi pencapaian beregu putri yang berhasil meraih medali perunggu sesuai dengan target yang dicanangkan,” jelas Eng Hian dalam keterangan resminya, Minggu (8/2/2026). Ia menambahkan, “Penampilan apik Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan kembalinya Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan performa yang bagus juga menjadi hal positif yang bisa menjadi penilaian dan pertimbangan kami untuk persiapan ke Piala Uber.”
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026