PBSI Nilai BATC 2026 Sukses sebagai Ajang Uji Coba Jelang Thomas-Uber

- Senin, 09 Februari 2026 | 07:15 WIB
PBSI Nilai BATC 2026 Sukses sebagai Ajang Uji Coba Jelang Thomas-Uber

MURIANETWORK.COM - Federasi Bulutangkis Indonesia (PBSI) secara sengaja tidak menurunkan skuad terkuatnya pada Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026. Keputusan strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan jangka menengah menuju Piala Thomas dan Uber, meski hasil akhir tim putra gagal mencapai target final. Sementara itu, tim putri berhasil meraih medali perunggu sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

Target dan Realita di Lapangan

Perjalanan kedua tim nasional Indonesia di BATC 2026 berakhir di babak semifinal. Di sektor putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti dan kawan-kawan takluk 1-3 dari Korea Selatan. Nasib serupa dialami tim putra yang dihuni Anthony Sinisuka Ginting dkk, yang juga tumbang dengan skor yang sama dari Jepang. Dengan demikian, kontingen Indonesia menutup turnamen dengan membawa pulang dua medali perunggu.

Menanggapi hasil tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa BATC 2026 sejak awal tidak semata-mata ditujukan untuk memburu gelar juara. Turnamen ini lebih diposisikan sebagai momentum penting untuk memetakan kekuatan dan mempercepat proses regenerasi skuad nasional.

Pencapaian Positif dari Sektor Putri

Dari kacamata federasi, target untuk tim putri dinilai telah tercapai. Medali perunggu yang diraih dianggap selaras dengan proyeksi awal dan memberikan gambaran yang cukup stabil mengenai kondisi tim jelang Piala Uber 2026 mendatang.

Perhatian khusus juga diberikan pada performa beberapa pemain muda. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Ester Nurumi Tri Wardoyo, misalnya, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Penampilan keduanya dinilai memberikan sinyal positif tentang kesiapan bibit-bibit baru untuk bersaing di tingkat Asia.

“Dari sisi target, saya mengapresiasi pencapaian beregu putri yang berhasil meraih medali perunggu sesuai dengan target yang dicanangkan,” jelas Eng Hian dalam keterangan resminya, Minggu (8/2/2026). Ia menambahkan, “Penampilan apik Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan kembalinya Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan performa yang bagus juga menjadi hal positif yang bisa menjadi penilaian dan pertimbangan kami untuk persiapan ke Piala Uber.”

Evaluasi Dini untuk Tim Putra

Cerita berbeda datang dari sektor putra. PBSI sebelumnya memasang target minimal final, namun langkah tim Merah Putih terhenti lebih awal. Hasil ini otomatis menjadikan performa tim putra sebagai bahan evaluasi prioritas dalam agenda federasi.

“Untuk beregu putra hasil ini tentunya tidak sesuai target, karena target kami adalah mereka bisa mencapai babak final,” tutur Eng Hian. Ia mengakui, “Penampilan beberapa pemain belum sesuai harapan, tentunya ini akan menjadi evaluasi untuk mendongkrak performa beregu putra jelang Piala Thomas.”

Evaluasi tersebut diproyeksikan akan menyentuh berbagai aspek, mulai dari konsistensi performa atlet, ketahanan mental dalam pertandingan-pertandingan krusial, hingga efektivitas strategi tim dalam format beregu.

Strategi Jangka Panjang di Balik Keputusan

Eng Hian memaparkan bahwa keputusan untuk tidak menurunkan kekuatan penuh di BATC bukanlah langkah spontan. Keputusan itu diambil secara sadar untuk memberi ruang berkembang yang lebih luas kepada pemain-pemain muda. Atmosfer turnamen beregu tingkat internasional seperti ini dinilai sangat berharga untuk pengalaman dan mental mereka.

“Keikutsertaan di BATC kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Thomas dan Uber Cup,” paparnya lebih lanjut. “Karena itu, kami tidak menurunkan full team, melainkan memberi kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda. Tujuannya untuk melihat kesiapan mereka di level turnamen beregu internasional, sekaligus sebagai bahan evaluasi sebelum menyusun tim Thomas dan Uber Cup, baik dari sisi performa individu, mental bertanding, maupun strategi tim.”

Selain aspek teknis dan pembinaan, partisipasi di BATC 2026 juga membawa dampak praktis terhadap pengumpulan poin peringkat dunia. Setiap atlet yang diturunkan tetap berkesempatan menambah poin ranking, sebuah faktor krusial yang akan mempengaruhi komposisi tim di kejuaraan besar berikutnya.

“Selain aspek evaluasi, BATC juga penting untuk menambah poin peringkat dunia, karena atlet yang diturunkan di turnamen beregu ini tetap mendapatkan tambahan poin ranking,” pungkas Eng Hian menutup penjelasannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar