Jakarta malam itu punya pemandangan yang berbeda di Gelora Bung Karno. Ribuan Aremania, suporter setia Arema FC, memadati ring satu stadion sejak sore, jauh sebelum kickoff. Mereka datang untuk mendukung timnya yang bertandang ke markas Persija Jakarta di pekan ke-20 Super League 2025-2026, Minggu (8/2/2026) malam. Jumlah mereka yang begitu besar langsung menyita perhatian.
Antusiasme mereka terpancar jelas. Padahal, laga ini digelar di kandang lawan. Tapi bagi Aremania, itu bukan halangan. Mereka datang berbondong-bondong, mengubah sebagian tribun SUGBK menjadi lautan biru.
Yang menarik, kehadiran mereka disambut hangat. Hubungan antara Aremania dan The Jakmania, suporter Persija, memang dikenal baik. Tak ada riwayat konflik berarti di antara mereka. Bahkan, kerap kali mereka berbagi tribun dengan damai dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Malam itu, pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang tetap kondusif. Tak ada gesekan, justru yang ada adalah saling sahut-sahutan yel-yel dari kedua kubu, lebih seperti simbol persahabatan lama yang dirayakan kembali. Banyak dari Aremania juga tak melewatkan momen untuk berfoto di sekitar patung panahan ikonik SUGBK.
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, turun langsung menyambut.
“Memang wajar banget kalau saudara silaturahmi ke tempat saudaranya,” ujar Diky, Minggu (8/2/2026). “Dan ini menjadi titik awal lagi bagi saudara kami Aremania kembali bergairah.”
Diky mengungkapkan, Persija menyediakan sekitar 5.000 tiket khusus untuk suporter tamu ini. Menurutnya, kehadiran Aremania kali ini luar biasa banyaknya, mungkin yang terbesar dalam dua atau tiga tahun terakhir untuk laga tandang.
“Akhirnya mereka ke Jakarta dalam jumlah yang sangat-sangat banyak. Dan ini kenikmatan sepak bola kita,” sambungnya.
Namun begitu, situasi ini sedikit ironis. Sebab, aturan larangan suporter tandang sebenarnya masih berlaku dari PSSI dan I.League untuk kompetisi musim ini. Diky sendiri menilai aturan itu perlu dikaji ulang.
“Ya artinya memang ada regulasi yang harus kita kaji ulang bersama,” pungkasnya. “Bahwa ketika tim yang saling berhadapan adalah tidak memiliki hubungan buruk, rasanya itu harus kita revisi.”
Pertandingan yang dijadwalkan kickoff pukul 19.00 WIB ini jelas punya arti penting, terutama bagi Persija. Macan Kemayoran yang kini duduk di peringkat ketiga klasemen dengan 41 poin, sedang berburu gelar. Mereka tertinggal lima poin dari Borneo FC Samarinda dan enam poin dari Persib Bandung di puncak. Setiap poin sangat berharga. Tapi di luar hitungan angka, malam ini sepak bola Indonesia sudah menang lebih dulu dengan suguhan atmosfer persahabatan yang langka.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Rekrut Fridolin Yoku untuk Perkuat Lini Tengah di Liga 2
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala Asia Usai Ditaklukkan Iran Lewat Drama Adu Penalti
Turnamen Faldo Series Indonesia 2026 Tuntas, Empat Juara Lolos ke Final Asia
Liverpool Terima Pukulan: Jeremy Jacquet Cedera Bahu Sebelum Bergabung