Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny, yang memandu sesi tersebut, menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya sangat bergantung pada sikap dan kedisiplinan pengendara. “Sebagian besar kecelakaan terjadi bukan karena kondisi jalan atau kendaraan, melainkan akibat perilaku pengendaranya. Tidak menggunakan helm SNI, melanggar rambu, atau berkendara tanpa fokus dapat berakibat fatal. Karena itu, kebiasaan berkendara yang aman perlu dibangun sejak dini,” tuturnya.
Ia menambahkan, perlengkapan seperti helm SNI, jaket, dan sepatu merupakan kebutuhan perlindungan dasar yang wajib dipenuhi. Penggunaannya, lanjut Wanny, harus dipandang sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, bukan sekadar pemenuhan aturan untuk menghindari tilang.
Membangun Agen Perubahan di Kalangan Pelajar
Kolaborasi antara dunia usaha dan aparat penegak hukum ini memiliki tujuan jangka panjang yang strategis. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima pesan pasif, tetapi mampu bertransformasi menjadi pelopor keselamatan berkendara di tengah komunitasnya. Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan dapat mempengaruhi teman sebaya dan keluarga untuk berperilaku lebih tertib di jalan.
Keikutsertaan Asmo Sulsel dalam program ini juga merefleksikan komitmen korporasi dalam mendukung agenda nasional di bidang keselamatan transportasi. Upaya edukasi berkelanjutan kepada generasi muda dinilai sebagai investasi vital untuk mewujudkan ekosistem lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan penuh tanggung jawab di masa depan.
Artikel Terkait
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Ungguli Rival Rookie di Dua Seri Pembuka Moto3 2026