MURIANETWORK.COM - Menjaga penampilan tetap bugar dan awet muda di usia paruh baya bukanlah hal mustahil, seperti yang ditunjukkan oleh Ade Rai. Figur kebugaran ternama ini membagikan sepuluh jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari untuk mendukung kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan. Rekomendasinya mencakup berbagai makanan sehari-hari yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, dengan nasi putih menempati urutan pertama sebagai tantangan terberat untuk dikurangi.
Nasi Putih dan Alternatif yang Lebih Sehat
Bagi banyak orang Indonesia, menghindari nasi putih terasa hampir mustahil karena perannya sebagai makanan pokok. Namun, Ade Rai menyarankan untuk beralih ke nasi merah. Menurutnya, nasi merah mengandung fitokimia yang diyakini sangat ampuh dalam mengatasi tanda-tanda penuaan.
Batas Konsumsi Daging dan Lemak Jenuh
Meski daging merupakan sumber protein, jenis dengan lemak tinggi seperti paha dan sayap ayam atau daging merah tertentu perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan dapat memicu inflamasi dalam tubuh yang berdampak pada percepatan penuaan kulit.
Prinsip serupa diterapkan pada metode memasak. Ade Rai mengungkapkan bahwa ia masih mengonsumsi makanan yang digoreng, namun dengan pemilihan minyak yang tepat.
"Ade Rai masih mengonsumsi makanan dengan cara yang digoreng tapi menggunakan olive oil yang baik untuk kesehatan. Mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh seperti minyak sayur atau kelapa sawit tidak disarankan olehnya," jelasnya.
Bahaya Tersembunyi dalam Camilan dan Bumbu
Kerupuk, pendamping makan yang sangat populer, juga masuk dalam daftar. Kandungan karbohidrat olahan dan lemak jenuhnya dinilai dapat mempercepat proses penuaan. Tidak hanya itu, kebiasaan menggunakan penyedap rasa buatan juga sebaiknya dikurangi.
Ia menganjurkan untuk kembali ke bumbu alami. "Ade Rai justru menyarankan agar masakan menggunakan bumbu yang alami, karena itu memiliki antioksidan tinggi," tuturnya.
Gula, Garam, dan Makanan Olahan
Konsumsi gula dan garam berlebih merupakan tantangan lain. Gula, meski dibutuhkan untuk energi, dapat mengganggu elastisitas kulit jika dikonsumsi berlebihan dalam bentuk olahan. Sementara itu, makanan asin yang cenderung berlebihan dalam masakan Indonesia dapat membuat kulit lebih rentan berkeriput.
Kelompok makanan olahan seperti nugget, sosis, dan mi instan juga mendapat sorotan. Selain praktis dan lezat, makanan-makanan ini seringkali tinggi pengawet, garam, dan lemak yang berdampak buruk bagi kesehatan organ dan kulit. Mi instan, yang kerap disebut sebagai makanan pokok kedua, menjadi contoh nyata meski dampaknya telah banyak diketahui.
Kesimpulan: Pola Makan Seimbang adalah Kunci
Pada intinya, Ade Rai mengingatkan untuk membatasi konsumsi junk food yang umumnya padat kalori namun minim gizi. Rekomendasinya bukanlah larangan mutlak, melainkan ajakan untuk lebih bijak memilih dan mengolah bahan makanan. Pendekatan ini menekankan pada pola makan seimbang dengan memperbanyak asupan alami, yang diyakini tidak hanya mendukung kesehatan internal tetapi juga membantu menjaga keremajaan kulit dari waktu ke waktu.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Rekrut Gelandang Brasil Jean Mota Secara Gratis
Bernardo Tavares Ingatkan Persebaya Soal Tantangan Berat di Kandang Bali United
Semen Padang FC Resmi Rekrut Diego Mauricio Jelang Tutup Bursa
Kurniawan Dwi Yulianto Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-17