Lagator bukan pemain sembarangan. Dia punya pengalaman membela Timnas Montenegro dan pernah main di beberapa liga Eropa, seperti Rusia, Polandia, dan Hungaria. Posturnya yang 190 cm membuatnya dominan dalam duel udara. Fleksibel juga, bisa main sebagai bek tengah atau gelandang bertahan. Sebelum ke Makassar, dia membela Kerala Blasters.
Nilai pasarnya? Cukup tinggi, sekitar Rp7,82 miliar. Itu menjadikannya salah satu pemain asing termahal di skuad PSM saat ini.
Lalu, untuk lini depan, ada Sheriddin Boboev. Striker Timnas Tajikistan berusia 26 tahun ini diharapkan bisa jadi tandem yang serasi untuk Luka Cumic. Boboev dikenal sebagai penyerang modern dengan mobilitas tinggi. Dia tak cuma jago jadi ujung tombak, tapi juga bisa mengisi posisi sayap. Sebelum ke Indonesia, karirnya banyak dihabiskan di FC Istiklol dan Ravshan Kulob. Kabar kepindahannya bahkan sempat diunggah oleh Federasi Sepak Bola Tajikistan.
Luka Cumic, Harapan di Depan
Sebelum dua nama tiba, PSM sudah lebih dulu mendatangkan Luka Cumic. Striker Serbia berusia 24 tahun ini punya postur 190 cm ancaman serius buat pertahanan lawan, terutama dari umpan silang.
Cumic punya pengalaman di Eropa bersama FK Radnik Bijeljina, dengan koleksi 42 gol sepanjang kariernya. Nilai pasarnya sekitar Rp6,08 miliar. Ekspektasinya jelas: dia harus jadi solusi kebuntuan gol PSM.
Striker bernomor punggung 99 itu sudah debut awal Februari lalu melawan Semen Padang. Memang belum cetak gol, tapi masih ada waktu untuk beradaptasi.
Babak Baru Dimulai
Kedatangan Lagator dan Boboev ini menandai perubahan komposisi pemain asing PSM. Beberapa nama lama seperti Lucas Serafim sudah dilepas.
Manajemen tampaknya optimis. Kombinasi pertahanan yang lebih kokoh dan serangan yang lebih agresif diharapkan bisa mendongkrak posisi tim dari peringkat 13 ke zona yang lebih terhormat.
Pendaftaran mereka di detik-detik terakhir bursa transfer yang tutup tanggal 6 Februari bisa jadi titik balik. PSM sekarang punya kesempatan untuk melupakan semua tekanan administratif dan kembali fokus. Taring sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola Indonesia harus mereka tunjukkan lagi. Semoga.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Pelajari Tata Kelola JIS untuk Wujudkan Stadion Untia yang Mandiri
Deadline Transfer Menipis, Sergio Castel Jadi Solusi Persib?
Liverpool Incar Bek PSV Berdarah Indonesia untuk Perkuat Lini Belakang
Mauro Zijlstra Resmi Perkuat Persija, Bomber Muda yang Ditunggu Jakmania