“Kami harus menyingkirkannya sejenak. Tiga hari lagi sudah ada pertandingan besar di liga,” ingat Arteta, merujuk pada laga kontra Sunderland yang pernah menahan timnya imbang. Fokus harus segera beralih.
Di sisi lain, sorotan utama tentu pada sang pahlawan: Kai Havertz. Golnya di menit-menit akhir bukan cuma menentukan, tapi punya cerita. Dia mencetak gol ke gawang mantan klubnya, lalu merayakannya dengan menunjuk lambang Arsenal di dadanya. Sebuah pernyataan.
Arteta tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Bukan cuma saya, semua yang kenal Kai pasti bahagia untuknya. Dia pantas dapat momen ini,” katanya.
“Lihat cara dia bekerja tiap hari, sikap profesionalnya… luar biasa. Ini momen spesial untuknya, dan saya harap dia nikmati betul.”
Dengan tiket final sudah di genggaman, Arsenal kini tinggal selangkah. Kembali ke final Carabao setelah enam tahun lamanya. Vitamin dari kemenangan malam ini, mereka harap, bisa bertahan sampai laga puncak nanti.
Artikel Terkait
Deadline Transfer Menipis, Sergio Castel Jadi Solusi Persib?
Liverpool Incar Bek PSV Berdarah Indonesia untuk Perkuat Lini Belakang
Mauro Zijlstra Resmi Perkuat Persija, Bomber Muda yang Ditunggu Jakmania
Debut Indonesia di BATC 2026: Rachel/Febi dan Ester Gemilang Atasi Hong Kong