“Saya benar-benar terkejut dengan apa yang saya saksikan. Chelsea bukan tim papan bawah. Mereka punya pemain-pemain juara Piala Dunia,” ujar Merson.
“Fofana menangis? Dia memang seharusnya menangis. Bukan karena kalah semata, tapi karena Chelsea tidak benar-benar berjuang. Mereka tersingkir dari semifinal dengan cara yang sangat lesu,” tegasnya tanpa ampun.
Di sisi lain, dengan kemenangan ini, Arsenal melangkah mulus ke final. Mereka akan menantang pemenang duel Manchester City vs Newcastle United bulan Maret nanti. Ini adalah peluang emas bagi The Gunners untuk meraih trofi pertama musim ini, sekaligus membuka jalan menuju mimpi quadruple yang ambisius.
Lalu, apa yang tersisa untuk Chelsea? Fokus harus segera dialihkan. Masih ada target finis empat besar di Premier League, perjalanan di Liga Champions, dan tentu saja laga FA Cup melawan Hull City klub yang dilatih mantan pemain mereka, Liam Rosenior. Banyak pekerjaan rumah. Dan untuk Fofana, mungkin yang dibutuhkan sekarang adalah mengeringkan air mata, lalu bangkit kembali.
Artikel Terkait
Liverpool Incar Bek PSV Berdarah Indonesia untuk Perkuat Lini Belakang
Mauro Zijlstra Resmi Perkuat Persija, Bomber Muda yang Ditunggu Jakmania
Debut Indonesia di BATC 2026: Rachel/Febi dan Ester Gemilang Atasi Hong Kong
Souto Masam Meski Bawa Timnas Futsal Indonesia Pecahkan Rekor