SURABAYA Suasana di Stadion Gelora Bung Tomo awalnya begitu menggelegar. Persebaya unggul cepat, lalu bermain dengan kelebihan satu pemain hampir sepanjang pertandingan. Dukungan suporter pun tak henti-hentinya. Tapi, semua itu ternyata tak cukup. Peluit akhir justru menandai sebuah kekecewaan yang terasa pahit.
Imbang 1-1 melawan Dewa United. Hasil itu terasa seperti sebuah peluang emas yang menguap begitu saja. Bukan cuma soal gagal menang, tapi lebih karena situasi di lapangan sebenarnya sangat mendukung untuk membawa pulang kemenangan penuh.
Gol Cepat yang Tak Diikuti Momentum
Persebaya memulai laga dengan sempurna. Francisco Rivera sukses membobol gawang lawan di menit ke-22. Sorak-sorai penonton memenuhi stadion. Sayangnya, euforia itu cuma bertahan sebentar. Hanya tujuh menit berselang, Dewa United langsung membalas. Skor kembali seimbang.
Keadaan kemudian seolah berpihak sepenuhnya pada tim tuan rumah. Nick Kuipers, bek Dewa United, menerima kartu merah di akhir babak pertama. Persebaya punya waktu hampir satu babak penuh untuk mengeksploitasi keunggulan pemain. Ekspektasi pun melambung tinggi. Tapi, gol kedua tak kunjung datang.
Faktanya, sampai wasit meniup peluit panjang, angka di papan skor tak bergerak lagi.
Angka-Angka yang Bercerita Lain
Ini yang menarik. Meski jumlah pemain lebih banyak, statistik justru tak sepenuhnya membela Persebaya. Penguasaan bola malah lebih banyak dipegang Dewa United. Tim tamu itu terlihat lebih cerdas mengatur ritme, meski harus bertahan dengan sepuluh orang.
Memang, tembakan yang dilepaskan Persebaya lebih banyak. Tapi coba lihat lagi. Berapa banyak yang benar-benar membahayakan? Hanya sedikit. Serangan mereka terkesan datar, mudah ditebak, dan kurang tajam. Teknannya ada, tapi tanpa gigitan yang mematikan.
Artikel Terkait
Flare Nyasar Lukai Kiper Audero, Suasana Mencekam Hentikan Laga Cremonese
Ubed Juarai Thailand Masters, PBSI Soroti Mental Tangguh di Titik Genting
Mauro Zijlstra Segera Gabung Persija, Kontrak 2,5 Tahun Sudah Menanti
Mauro Zijlstra Buka Suara: Rumor ke Persija Jakarta, Prioritasnya Tetap di Belanda