Namun begitu, Irak tak tinggal diam. Usai tertinggal, mereka langsung mengubah taktik. Mereka bermain dengan power play, menambah pemain penyerang dengan menarik kiper. Strategi ini cukup efektif menekan agresivitas lini depan Indonesia. Permainan kita agak tersendat.
Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil. Di sebuah momen, tendangan keras kiper Irak dari luar kotak penalti meluncur deras. Nizar, kiper kita, berusaha menghalau. Sayangnya, bola masih bisa bersarang di gawang. Skor pun menjadi 1-1.
Hingga peluit panjang berbunyi, angka itu tak lagi berubah. Seri, tapi cukup untuk membawa Garuda Futsal melaju sebagai pemuncak grup. Tantangan berikutnya sudah menunggu.
Artikel Terkait
Arbeloa: Kemenangan atas Man City di Etihad Pencapaian yang Sulit dan Melegakan
Chelsea Tumbang Telak dari PSG, Mimpi Liga Champions Pupus
Marc Marquez Tegaskan Belum Ada Rencana Pensiun, Fokus ke Kompetisi
Real Madrid Singkirkan Manchester City, Empat Tim Pastikan Tiket Perempat Final Liga Champions