Namun begitu, Irak tak tinggal diam. Usai tertinggal, mereka langsung mengubah taktik. Mereka bermain dengan power play, menambah pemain penyerang dengan menarik kiper. Strategi ini cukup efektif menekan agresivitas lini depan Indonesia. Permainan kita agak tersendat.
Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil. Di sebuah momen, tendangan keras kiper Irak dari luar kotak penalti meluncur deras. Nizar, kiper kita, berusaha menghalau. Sayangnya, bola masih bisa bersarang di gawang. Skor pun menjadi 1-1.
Hingga peluit panjang berbunyi, angka itu tak lagi berubah. Seri, tapi cukup untuk membawa Garuda Futsal melaju sebagai pemuncak grup. Tantangan berikutnya sudah menunggu.
Artikel Terkait
Arsenal Hajar Leeds 4-0, Akhiri Tren Buruk di Puncak Klasemen
Bernardo Tavares Hadapi Hantu Masa Lalu di GBT
Kekalahan Malut United di Ternate Guncang Papan Atas Super League
PSM Makassar Terjepit: Trucha Berjibaku Lawan Semen Padang yang Berubah Total