Empat pemain asing anyar juga perlahan mulai diintegrasikan ke dalam skema tim. Manajemen latihan diatur sedemikian rupa agar ada keseimbangan antara meningkatkan kebugaran dan memastikan pemulihan yang cukup.
Bernardo Tavares sendiri terlihat optimis dengan perkembangan anak asuhnya.
"Saya lihat pemain-pemain semakin nyambung satu sama lain. Kondisi tim lebih baik dibanding minggu lalu. Target kami sederhana, jadi tim yang lebih baik dari hari ke hari," ujar pelatih asal Portugal itu.
Dewa United Andalkan Mental dan Konsistensi
Di kubu tamu, kepercayaan diri juga tak kalah tinggi. Jan Olde Riekerink menilai timnya sedang dalam tren positif, meski ia mengakui bahwa konsistensi adalah kunci berikutnya yang harus diraih.
"Dari laga terakhir, catatan kami cukup bagus: empat menang, satu imbang, satu kalah. Sekarang tinggal bagaimana meraih poin dengan konsisten," kata pelatih asal Belanda itu.
Selain performa meyakinkan saat mengandaskan Arema FC 2-0 di pekan ke-18, Riekerink juga menyoroti faktor mentalitas sebagai pembeda. Dia sedikit menyentil soal pentingnya pengembangan Stadion Internasional Banten, agar timnya bisa benar-benar bermain sesuai identitas yang diinginkan.
Intinya, Ini Soal Superioritas
Jadi, pertandingan di Surabaya nanti jelas lebih dari sekadar tiga poin. Head-to-head Tavares vs Riekerink adalah panggung untuk adu otak, strategi, dan tentu saja, gengsi. Keduanya pasti ingin menunjukkan siapa yang lebih unggul.
Artikel Terkait
Openda Diambang Kepergian dari Juventus Setelah Gagal Penuhi Ekspektasi
Ancelotti Tegaskan Neymar Belum 100% Siap, Bintang Brasil Tak Masuk Skuad
PSM Makassar Cabut Sanksi, Imbau Pemain Jaga Berat Badan Saat Libur Lebaran
Persib Bandung Luncurkan Koleksi Streetwear Eksklusif Kolaborasi dengan Brand Inggris