Persebaya Siap Hantam Dewa United dengan Senjata Kolektif

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:00 WIB
Persebaya Siap Hantam Dewa United dengan Senjata Kolektif

Musim ini, Persebaya Surabaya punya cerita yang menarik. Bukan soal satu bintang yang bersinar sendirian, tapi tentang sebuah tim yang bergerak kompak. Hingga pekan ke-18 Super League 2025/2026, mereka sudah menceploskan 26 gol. Yang menarik? Gol-gol itu datang dari sepuluh pemain berbeda. Fakta itu bicara lebih keras dari kata-kata: Persebaya bukan one man show.

Kolektivitas ini jadi modal berharga jelang laga pekan ke-19. Minggu depan, 1 Februari 2026, mereka akan menjamu Dewa United di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo. Dengan ancaman yang datang dari mana-mana, lawan pasti akan kesulitan membaca pola serangan Green Force. Serangan tak hanya lahir dari ujung tombak, tapi juga dari gelandang bahkan bek yang mendadak muncul di kotak penalti.

Bruno Moreira memang masih jadi top skor internal dengan tujuh gol. Tapi lihat komposisinya. Hanya tiga yang dari titik putih. Empat gol lainnya lahir dari permainan terbuka, menunjukkan betapa efektifnya dia dalam skema serangan yang dibangun.

Di belakangnya, ada Paulo Gali yang konsisten jadi ancaman. Lima golnya seluruhnya tercipta dari open play, menegaskan perannya sebagai penyerang murni yang selalu siap memanfaatkan peluang. Gelandang kreatif Francisco Rivera juga tak kalah penting. Empat gol dan peran sebagai penghubung lini membuatnya jadi motor kreativitas yang sulit dihentikan.

Nama Mihailo Perovic dengan tiga golnya juga punya peran khas. Striker asing ini kerap jadi pemantul serangan, menarik perhatian bek lawan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Dari lini belakang, Leo Lelis sudah dua kali membuktikan ketajamannya. Kedua golnya dari situasi permainan terbuka, memberi dimensi serangan yang tak terduga dari sisi pertahanan.

Belum lagi kontribusi lima pemain lain yang masing-masing menyumbang satu gol: Arief Catur, Bruno Paraiba, Malik Risaldi, Rachmat Irianto, dan Risto Mitrevski. Intinya, ancaman bisa datang dari siapa saja. Pola ini jelas mengurangi ketergantungan tim pada satu sosok dan membuat sistem permainan mereka jauh lebih hidup dan sulit ditebak.

Kondisi ini tentu jadi angin segar bagi pelatih Bernardo Tavares. Dengan banyaknya opsi pencetak gol, dia punya fleksibilitas taktik yang lebih luas. Menghadapi Dewa United nanti, persiapan difokuskan pada pemulihan fisik. Beberapa pemain dikabarkan belum 100% fit usai pertandingan sebelumnya.


Halaman:

Komentar