Dan satu fakta yang mungkin bikin Semen Padang ciut: di kandang sendiri, PSM belum pernah kalah atau seri dari mereka. Rekor kandang 100% sempurna untuk Pasukan Ramang.
Tapi Statistik Bukan Segalanya
Namun begitu, jangan terbuai angka-angka tadi. Situasi kedua tim sekarang jauh berbeda. Semen Padang, misalnya, melakukan pembersihan besar-besaran di putaran kedua ini. Mereka mendatangkan pemain baru, baik lokal maupun asing, yang diharapkan lebih berkualitas.
Di sisi lain, PSM justru sedang terhimpit masalah. Badai banned FIFA karena tunggakan gaji masih mengancam. Efeknya jelas: mereka tak bisa merekrut pemain di bursa transfer yang tinggal hitungan hari. Tenggat waktu 6 Februari 2026 seakan jadi momok.
Jadi, duel Senin nanti lebih dari sekadar balas dendam atau pertahankan rekor. Ini ujian nyata.
Mencari Mesin Gol Pengganti
Tanpa Zamrun dan Sinaga, PSM dituntut menemukan pencipta gol baru. Siapa yang akan konsisten membongkar pertahanan Semen Padang yang biasanya alot? Bermain di Parepare memang memberi keuntungan psikologis dan dukungan suporter. Tapi beban sejarah 15 gol itu bisa jadi pedang bermata dua. Kalau gol cepat tak kunjung datang, tekanan justru akan membesar.
Pertandingan ini juga jadi ajang pembuktian bagi Tomas Trucha. Apakah pelatih asal Ceko itu bisa mencetak “Dragon” baru dari skuad yang ada? Atau justru Semen Padang, dengan wajah barunya, yang akhirnya mematahkan kutukan tandang dan memperbaiki catatan gol mereka.
Jawabannya, kita lihat saja Senin nanti di GBH Parepare.
Artikel Terkait
Tiwi/Fadia Tumbangkan Jepang, Lolos ke Final Thailand Masters Setelah Drama 76 Menit
Persija Dikejar Tenggat: Jenner atau Kambuaya Jadi Solusi Krisis Tengah?
Februari Penuh Dendam: Persebaya Hadapi Mantan di Lima Laga Penentu
Valentino Rossi Joyride di Mandalika, Ternyata Sinyal untuk Masa Depan Balap Indonesia