Di sinilah momentumnya tiba. Setelah jeda, Ubed seperti mendapat suntikan tenaga baru. Variasi pukulannya mulai bekerja, menekan Yang dan memaksa sang Kanada melakukan kesalahan. Dari tertinggal 12-13, Ubed melesat dengan empat poin beruntun menjadi 17-13. Tekanan itu berbuah manis. Dia berhasil memaksa rubber game dengan merebut gim kedua 21-18.
Gim penentu benar-benar menunjukkan mental juara Ubed. Dia langsung mengambil inisiatif, bermain sangat dominan sejak bola pertama. Unggul 7-1 dengan cepat, dia mengendalikan permainan. Meski Yang masih bisa membayangi dan menutup interval dengan skor 11-8, perlawanannya terasa sudah tak sekuat sebelumnya.
Pasca-interval, Ubed tampil tenang dan percaya diri. Setiap serangannya terukur, membuat Yang keteteran di lapangan. Poin demi poin diraih, dan jarak skor semakin melebar. Akhirnya, dengan pukulan smash yang tak terbendung, Ubed menutup pertandingan dengan kemenangan gemilang 21-15.
Kemenangan ini tentu sangat berarti. Bukan cuma melibas unggulan, tapi juga menunjukkan mental tempur yang tangguh setelah sempat tertinggal. Langkah Ubed di Thailand Masters masih berlanjut, dan semua mata kini tertuju padanya.
Artikel Terkait
Dari Ferrari ke Matic, Kurzawa Sambut Hidup Baru di Bandung
Bek Montenegro Diusulkan Jadi Solusi Baru Lini Belakang PSM
Rumah Impian Dias dan Maya Jama Dibobol Pencuri Saat Mereka Terjauh
Persik Kediri Vs Bali United: Duel Sengit di Brawijaya Tanpa Ampun