Adre masih terikat dengan Persibo hingga pertengahan 2026. Tapi skema yang paling mungkin adalah peminjaman ulang. Konon, Persebaya cuma perlu mengganti biaya sewa yang sebelumnya dikeluarkan Persibo ke Persija. Skema ini ringan bagi semua pihak: Persebaya dapat pemain tanpa beban transfer permanen, sementara Persija bisa tetap memantau perkembangan anak asuhnya.
Di sisi lain, posisi kiper di Persija sendiri sudah cukup padat. Ada Carlos Eduardo yang jadi pilihan utama, ditambah Andritany Ardhiyasa sebagai pelapis berpengalaman. Peluang Adre untuk main di tim utama sangat kecil. Nah, di sinilah dilemanya. Pemain muda butuh jam terbang, dan itu cuma bisa didapat dengan bermain secara kompetitif.
Pindah sementara ke Persebaya bisa jadi jalan terbaik. Level kompetisi lebih tinggi, tekanan lebih besar, dan itu semua akan mempercepat proses adaptasinya. Apalagi latar belakang Adre cukup mentereng. Pemain kelahiran Yogyakarta, 13 Agustus 2004 ini punya tinggi badan 1,87 meter postur ideal untuk kiper. Jejak kariernya dimulai dari akademi seperti SSB Urakan dan Bina Taruna, sebelum akhirnya diboyong ke Persija di tahun 2022.
Pengalamannya makin matang lewat program Garuda Select, di mana dia sempat berhadapan dengan akademi-elite Inggris. Modal itu yang bikin banyak orang yakin dia sanggup bersaing.
Namun begitu, keputusan akhir tetap ada di tangan klub dan tentu saja, si pemain sendiri. Apakah Adre Arido akan memilih bertahan dulu, atau langsung menerima tantangan naik kelas sebagai pelapis di tim besar? Jawabannya akan segera terungkap sebelum bursa ditutup.
Artikel Terkait
Tim Futsal MNC University Rebut Podium Ketiga di Turnamen Psikologi UPI
Lamine Yamal dan Neymar Berjanji Liburan Bersama Jika Spanyol-Brazil Bentrok di Final Piala Dunia
Slot Tak Mau Terlena, Liverpool Berharap pada Wirtz dan Ekitike
Laga Penentu: Indonesia vs Irak Perebutkan Jalur Mulus ke Semifinal