BANTEN Harapan itu pupus sudah. Alih-alih menutup putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026 dengan kepala tegak, Sriwijaya FC justru mengalami malam paling kelam dalam sejarah klub. Mimpi buruk yang tak seorang pun sangka akan terjadi.
Di hadapan 1.982 pasang mata penonton di Stadion Banten International Stadium, Kamis malam (29/1/2026) lalu, Laskar Wong Kito dibantai habis-habisan oleh tuan rumah, Adhyaksa FC Banten. Skor akhirnya? Lima belas tanpa balas. Lima belas. Angka itu sendiri sudah bicara banyak.
Sejak menit pertama, suasana sudah terasa tidak benar-benar. Baru satu menit berjalan, Makan Konate mantan penggawa Persib langsung merobek jala gawang Sriwijaya. Gol itu datang dari umpan matang Adilson Silva, eks bomber PSM Makassar. Dua nama yang memang jadi andalan Adhyaksa.
Dan itu baru permulaan.
Tekanan Adhyaksa benar-benar gila. Mereka tak memberi ruang bernapas sedikit pun. Menit keenam, Konate menggandakan keunggulan. Lalu Fergonzi menyusul. Adilson Silva pun tak mau ketinggalan. Pertahanan Sriwijaya berantakan, seperti kapal yang diterjang badai. Serangan datang bertubi-tubi, tanpa bisa dihentikan. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 7-0. Situasi yang sudah terlihat mustahil untuk dibalik.
Artikel Terkait
Fung Permadi: Dari Pesaing Ardy-Alan hingga Runner-up Dunia di Baju Taiwan
Chelsea Siap Guncang Pasar dengan Tawaran Gila untuk Jude Bellingham
Persebaya Belum Puas, Bernardo Tavares Siapkan Kejutan di Penutupan Jendela Transfer
Garuda Futsal Amankan Tiket Perempat Final Usai Tumbangkan Kirgistan 5-3