“Lupakan urusan finis keempat atau kelima dalam beberapa tahun ke depan. Saya bicara tentang juara. Di situlah seharusnya Manchester United berada,” ujarnya.
Memang, kemenangan spektakuler atas dua tim papan atas itu memicu spekulasi. Tapi Keane mengingatkan agar klub tidak terburu-buru. United kini ada di posisi keempat jelang laga kandang kontra Fulham, dan peluang ke Liga Champions terbuka.
“United seharusnya memang ada di posisi keempat atau kelima kecuali ada masalah besar. Jadi, cuma karena berhasil melakukan hal yang seharusnya, lantas pantas diangkat jadi manajer tetap?” tanyanya retoris.
“Coba tanya kami empat atau lima minggu lalu, siapa kandidat manajer United masa depan. Nama Carrick bahkan belum muncul.”
Pandangan Keane ini didukung rekan satu podcastnya, Gary Neville. Menurut Neville, United harus mendapatkan “yang terbaik” dalam proses rekrutmen ini. Bukan mustahil bagi Carrick untuk belajar dulu sebagai asisten di bawah seorang manajer berpengalaman.
“Kalau kamu mau menangani salah satu klub terbesar di dunia, dan tekanan yang menyertainya, kamu butuh pengalaman bertahun-tahun,” kata Neville.
Ia memberi contoh, “Lihat apa yang dilakukan Mikel Arteta di bawah Pep Guardiola di City. Misalnya nanti Luis Enrique, Thomas Tuchel, atau Carlo Ancelotti yang datang, dan Michael bisa belajar selama dua tiga tahun di samping mereka sebelum naik jabatan. Itu baru terasa tepat.”
Neville menutup dengan peringatan. “Jadi, jadi manajer United hanya dengan pengalaman empat bulan di sini plus beberapa tahun di Middlesbrough? Itu terlalu berisiko bagi Michael untuk gagal.”
Artikel Terkait
Chelsea Siap Guncang Pasar dengan Tawaran Gila untuk Jude Bellingham
Persebaya Belum Puas, Bernardo Tavares Siapkan Kejutan di Penutupan Jendela Transfer
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Catatan Kelam di Stadion Banten
Garuda Futsal Amankan Tiket Perempat Final Usai Tumbangkan Kirgistan 5-3