LISBON Suasana di Estadio da Luz benar-benar mencekam bagi Real Madrid. Kekalahan 2-4 dari Benfica pada Kamis dini hari WIB bukan sekadar angka, tapi pukulan telak. Kylian Mbappe, yang sendiri mencetak dua gol, terlihat muram. Hasil buruk itu memaksa Los Blancos tersingkir dari posisi delapan besar fase liga Liga Champions, dan harus berjuang lebih keras lewat jalur playoff.
Padahal, secara individu, Mbappe luar biasa. Tiga belas gol sudah ia kumpulkan di kompetisi ini musim 2025-2026. Sayangnya, dua golnya malam itu tak ada artinya. Mereka terlempar ke peringkat kesembilan, sementara Benfica justru merayakan tiket playoff dengan cara yang dramatis.
Bagaimana tidak? Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, menjadi pahlawan dengan sundulannya di menit ke-98. Gol itu seperti tamparan. Penonton Lisbon pun meledak, merayakan kemenangan yang sekaligus mengantarkan mereka sebagai tim peringkat ke-24.
Usai pertandingan, Mbappe tak banyak bicara soal taktik. Sorotannya lebih tajam: soal mental.
Bintang asal Prancis itu juga gerah dengan inkonsistensi yang terus menghantui timnya. Ia membandingkan penampilan buruk ini dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Villarreal di LaLiga pekan lalu.
Artikel Terkait
Bellingham Soroti Mentalitas Usai Real Madrid Tersingkir dari Jalur Langsung
Ragnar Oratmangoen: Antara Persib dan Persebaya di Tengah Gelombang Pulang Diaspora
Trubin Cetak Gol Dramatis, Benfica Lolos di Detik Akhir
Mitrevski dan Kisahnya: Dari Dewa United ke Pilar Utama Persebaya