Bagi Mbappe, tim besar tak boleh seperti rollercoaster. Performa naik-turun adalah kemewahan yang tak bisa mereka miliki.
Konsekuensi dari kekalahan ini pun terasa pahit. Jadwal playoff berarti dua pertandingan ekstra di tengah kalender yang sudah padat. Waktu berharga untuk istirahat dan evaluasi di bulan Februari pun sirna.
Ini adalah kekalahan ketiga Madrid di fase liga, setelah sebelumnya takluk dari Liverpool dan Manchester City. Mbappe tampaknya paham betul betapa kejamnya Liga Champions.
Peringatannya jelas. Tantangan di playoff nanti tak akan lebih mudah. Dan Madrid, dengan segala bintangnya, harus membuktikan bahwa mereka masih punya mental juara itu.
Artikel Terkait
Bellingham Soroti Mentalitas Usai Real Madrid Tersingkir dari Jalur Langsung
Ragnar Oratmangoen: Antara Persib dan Persebaya di Tengah Gelombang Pulang Diaspora
Trubin Cetak Gol Dramatis, Benfica Lolos di Detik Akhir
Mitrevski dan Kisahnya: Dari Dewa United ke Pilar Utama Persebaya