Penolakan terbuka seperti itu tentu jadi tantangan berat buat Persebaya. Apalagi, posisi Goodwin bukan main-main. Dia bukan cuma andalan di klub, tapi juga pilar di skuadnas Australia. Keputusannya bertahan di Adelaide menunjukkan kenyamanan dan komitmen yang dalam.
Selain soal penolakan, ada lagi halangan lain yang mungkin lebih nyata: harga. Nilai transfer Craig Goodwin disebut-sebut mencapai angka fantastis, sekitar Rp17,38 miliar. Itu angka yang sangat besar untuk ukuran Liga Indonesia, apalagi di bursa paruh musim.
Mahalnya mahar pemain 32 tahun itu pasti jadi pertimbangan serius. Di satu sisi, Persebaya butuh pemain top. Di sisi lain, kondisi keuangan dan strategi klub juga harus dipikirkan matang. Makanya, sampai sekarang, semua masih sebatas rumor. Tak ada konfirmasi resmi dari klub maupun si pemain.
Hingga detik ini, manajemen Persebaya juga masih tutup mulut. Mereka belum mengeluarkan pernyataan apa pun soal ketertarikan terbaru ini. Situasinya jadi abu-abu. Publik pun diimbau untuk bersikap bijak. Soalnya, bursa transfer memang selalu penuh dengan drama dan kabar angin yang belum tentu jadi kenyataan.
Namun begitu, kembalinya nama Goodwin ke permukaan setidaknya menunjukkan satu hal: ambisi Persebaya untuk mendatangkan pemain berkelas internasional masih menyala. Pertanyaannya sekarang, apakah penolakan tegas dari sang pemain akan membuat mereka akhirnya menyerah? Atau justru jadi bensin yang membuat niat itu semakin membara? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Verstappen Gagal Total di Sprint Race Shanghai, Red Bull Terpuruk
Media Italia Soroti Idzes dan Audero Jelang FIFA Series 2026
Persib Pererat Hubungan dengan Sponsor Lewat Buka Puasa Bersama
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open Usai Kalahkan Nozomi Okuhara