SURABAYA Awalnya, langkah Persebaya mendatangkan empat pemain asing sekaligus di tengah musim sempat dianggap berisiko. Tapi, hasilnya kini mulai terlihat. Strategi itu ternyata bukan gegabah. Justru, keputusan itu membawa angin segar bagi performa Bajul Ijo di putaran kedua Super League 2025/2026.
Dari keempat nama baru Gustavo Fernandes, Jefferson Silva, Bruno Paraiba, dan Pedro Matos dua yang langsung menonjol adalah Jefferson Silva dan Bruno Paraiba. Mereka cepat sekali memahami permainan Persebaya yang keras, penuh tekanan, dan mengandalkan fisik.
Namun begitu, sorotan paling terang jatuh pada Bruno Paraiba. Striker asal Brasil itu langsung mencetak gol pada debutnya! Ia membobol gawang PSIM Yogyakarta di pekan ke-18.
Laga di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu lalu itu benar-benar milik Persebaya. Mereka menang telak 3-0. Gali Freitas membuka keunggulan di menit ke-34. Lalu, Bruno Paraiba menggandakan di menit ke-74. Rachmat Irianto menutup pesta gol di menit ke-84. Kemenangan ini jadi bukti nyata: rekrutan anyar mereka langsung memberi dampak.
Meski hasilnya bagus, pelatih Bernardo Tavares tak mau gegabah. Ia memilih bersikap realistis.
“Bagiku semua pemain itu penting. Bukan hanya pemain yang mencetak gol, tetapi juga pemain yang mampu memastikan kami tidak kebobolan,” tegas pelatih asal Portugal itu.
Tavares bahkan mengungkap fakta mengejutkan. Bruno Paraiba sebenarnya belum fit seratus persen. Pemain itu baru gabung kurang dari dua pekan dan masih beradaptasi. Bahkan, saat melawan PSIM, dia sempat mengalami kendala fisik.
Ini tentu jadi perhatian serius bagi tim pelatih. Jadwal padat di putaran kedua menuntut konsistensi. Tavares berharap, dengan bantuan departemen medis, kondisi Paraiba dan kawan-kawan segera pulih. “Kami berharap pemain pulih, karena saya pikir itu penting,” ujarnya.
Kemenangan itu mengubah peta klasemen. Persebaya melompat ke peringkat enam dengan 31 poin. PSIM, di sisi lain, terpental ke posisi tujuh dengan 30 poin. Persaingan di papan tengah semakin panas saja.
Fokus Persebaya kini sudah beralih. Minggu depan, mereka akan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo. Ini ujian berikutnya bagi Bruno Paraiba dan kawan-kawan. Apakah dampak positif transfer mereka bisa bertahan?
Soal Bruno Paraiba sendiri, pemain ini memang dirancang untuk skema Tavares. Striker kelahiran Brasil itu punya fisik kuat dan mobilitas tinggi. Gaya bermainnya yang keras dan suka menekan cocok dengan filosofi Persebaya.
Yang menarik, meski baru datang, statistiknya langsung berbicara. Satu gol di debutnya adalah sinyal bagus. Sebelum ke Surabaya, dia punya pengalaman di liga Amerika Selatan dan Asia. Perannya bukan cuma sebagai pencetak gol, tapi juga pemantul bola dan pembuka ruang bagi rekan.
Jadi, kontribusinya tak cuma diukur dari gol. Kemampuannya menekan bek lawan dan membantu pertahanan sama berharganya. Jika kondisi fisiknya terus membaik, Bruno Paraiba berpotensi jadi pilar penting Persebaya hingga akhir musim nanti.
Artikel Terkait
Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah di Red Bull Rookies Cup Spanyol, Raih Bonus Rp50 Juta
Arsenal Andalkan Ketajaman Gyokeres saat Hadapi Atletico di Leg Kedua Semifinal Liga Champions
Manchester City Tertahan oleh Everton, Arsenal Semakin Dekat dengan Gelar Juara Liga Inggris
Barcelona Satu Langkah Lagi Juara La Liga, El Clasico Lawan Real Madrid Jadi Penentu