Dari ketiganya, Wharton dan Anderson disebut-sebut sebagai prioritas. Selain soal kualitas, status mereka sebagai pemain Inggris dinilai sebagai nilai tambah yang signifikan. Hal ini dianggap bisa meminimalisir risiko, terutama terkait keikutsertaan dalam turnamen seperti Piala Afrika yang menjadi salah satu pertimbangan dalam memburu Baleba.
Membaca Strategi di Balik Gebrakan
Menggelontorkan dana hampir Rp5 triliun hanya untuk sektor gelandang tentu punya maksud tertentu. Pilihan pada nama-nama seperti Wharton dan Anderson mengisyaratkan sebuah pergeseran kebijakan. United tampaknya ingin lebih serius membangun dengan talenta lokal.
Selain memenuhi aturan "homegrown", pemain Inggris biasanya lebih cepat beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Mereka sudah terbiasa dengan ritme, fisik, dan atmosfer liga sejak awal.
Melepas Casemiro yang sudah sepuh dan menggantinya dengan profil muda seperti Wharton atau Baleba adalah langkah logis. Ini jelas soal regenerasi. MU sepertinya ingin membangun fondasi lini tengah yang kokoh untuk 5-8 tahun ke depan, bukan sekadar tambal sulam.
Namun begitu, ada satu hal yang mengganjal. Keputusan menghabiskan dana segitu besar di saat posisi manajer permanen belum jelas, adalah sebuah taruhan yang berisiko. Bayangkan, pemain yang didatangkan dengan harga selangit ternyata tidak cocok dengan skema pelatih baru nantinya. Bisa-bisa uang miliaran itu menguap begitu saja.
Di sisi lain, label harga untuk pemain seperti Elliot Anderson yang disebut bisa menembus 80 juta pound, menunjukkan betapa gila-gilaannya inflasi harga pemain di internal liga Inggris sendiri. MU harus benar-benar cermat. Mereka tak ingin lagi terjebak dalam skema "overpriced" yang sudah berkali-kali menyakiti mereka di masa lalu.
Artikel Terkait
Super League 2025/2026: Derasnya Arus Bule Garuda yang Wajahkan Liga Baru
Manchester City Intai Trent Alexander-Arnold, Bek Madrid yang Terjebak Cedera dan Bangku Cadangan
Messi yang Tanya Langsung: Jadi, ke Barcelona Atau Tidak?
Giustozzi: Futsal Asia Tak Lagi Hanya Milik 16 Tim Tangguh