JAKARTA Kabar baik kembali berhembus untuk Timnas Indonesia. Menjelang FIFA Series 2026, ada peluang baru untuk menambah amunisi di lini depan. Kali ini, sorotan tertuju pada seorang penyerang berdarah Jawa dan Jepang: Riki Matsuda.
Pemain yang kini membela Kataller Toyama di Liga 2 Jepang itu secara terbuka menyatakan minatnya untuk membela Skuad Garuda. Menurut kabar, FIFA sudah memberi lampu hijau. Sekarang, semuanya tergantung pada langkah PSSI.
Riki bukan nama baru di sepak bola Jepang. Karirnya terbilang mentereng. Dia pernah membela klub-klub besar seperti Nagoya Grampus dan Cerezo Osaka. Pengalaman di level J.League itu tentu berharga. Tak cuma itu, ia juga sempat dipercaya menjadi kapten, menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Di sisi lain, Timnas Indonesia memang butuh sosok seperti itu. Lini depan masih banyak bergantung pada Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen. Kehadiran penyerang berpengalaman dan berkarakter bisa jadi penambah daya gedur yang krusial.
Soal regulasi, prosesnya disebut tak akan rumit. Darah Indonesia dari sang ayah yang berasal dari Jawa membuatnya memenuhi syarat naturalisasi FIFA. Tinggal tekad dari pihak federasi kita saja yang menunggu untuk dikerahkan.
Riki sendiri sudah menyampaikan sinyal positif. Dalam sebuah wawancara, meski mengaku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di Indonesia, ia punya keinginan untuk bermain dengan seragam Merah Putih.
"Kalau level negara saya belum pernah di Indonesia. Kalau soal keinginan (bela Timnas Indonesia), pasti ada. Pertama, kita berarti harus ke sana terlebih dahulu, ya," ujarnya.
Di usianya yang ke-34, performanya masih oke. Angkanya berbicara: 399 penampilan, 67 gol, ditambah 40 assist. Itu adalah bukti konsistensi dan jam terbang tinggi di liga yang ketat.
Nah, dengan modal itu semua, nama Riki Matsuda seharusnya masuk dalam radar pelatih John Herdman. Jika PSSI bergerak cepat, pintu menuju naturalisasi terbuka lebar. Menurut sejumlah pengamat, ini peluang emas yang sayang kalau disia-siakan.
Bayangkan, punya penyerang dengan pengalaman dan mental pemimpin di sana. Bisa jadi pengaruh yang signifikan, bukan cuma di lapangan, tapi juga di ruang ganti. Untuk menghadapi FIFA Series 2026 dan tantangan lainnya, sosok seperti Riki bisa jadi penambah tenaga yang berarti.
Sekarang, bola sepenuhnya ada di pihak PSSI. Publik menunggu langkah konkret. Apakah peluang yang sudah dapat restu FIFA ini akan diwujudkan, atau justru dibiarkan berlalu begitu saja? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Borneo FC Incar Puncak Klasemen BRI Super League saat Jumpa Persik Kediri
Harry Kane Cetak Rekor Baru di Liga Champions, Lewati Catatan Steven Gerrard
Indonesia Tersingkir dari Fase Grup Thomas Cup 2026 Usai Dibantai Prancis 1-4
Atletico Madrid vs Arsenal: Ujian Pertahanan Kokoh di Semifinal Liga Champions