Shayne Pattynama Resmi Tinggalkan Buriram United, Masa Depan Masih Samar
Kabar mengejutkan datang dari Thailand. Buriram United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Shayne Pattynama. Yang bikin heran, kontrak bek kiri Timnas Indonesia itu sebenarnya belum habis diputus lebih cepat dari jadwal. Padahal, Pattynama baru bergabung dengan klub berjuluk Thunder Castle itu di pertengahan tahun lalu.
Klub mengonfirmasi perpisahan ini lewat unggahan di media sosial. Isinya standar, tapi cukup jelas menutup babak singkat pemain berdarah Maluku itu.
“Buriram United ingin mengucapkan terima kasih kepada Shayne Pattynama atas komitmen dan profesionalismenya selama berada di klub ini. Kami mendoakan kesuksesan dalam kariernya dan yang terbaik untuk perjalanan selanjutnya,”
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Memang, petualangan Pattynama di Thailand terbilang singkat dan jauh dari bayangan. Dia direkrut musim panas 2025 dengan harapan jadi pilar pertahanan. Nyatanya? Cuma sepuluh penampilan di semua kompetisi, dengan catatan tiga assist. Statistik yang cukup minim untuk setengah musim.
Lalu, ke mana dia akan pergi? Sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemain atau agennya. Tapi dunia maya sudah ramai dengan spekulasi. Rumor paling kencang menyeret namanya ke Persija Jakarta.
Isunya, Macan Kemayoran sedang mengincarnya untuk memperkuat lini belakang di putaran kedua Super League 2025/2026. Dibandingkan kandidat diaspora lain, nama Pattynama disebut-sebut yang paling realistis. Bahkan, dia dikabarkan akan segera tiba di Ibu Kota, meski manajemen Persija masih tutup mulut. Kalau benar, ini akan jadi solusi untuk sisi kiri pertahanan Persija yang butuh sentakan kualitas.
Ketika dikonfirmasi soal rumor perekrutan, manajer Persija Ardi Tjahjoko malah membahas nama lain.
“Saya juga tidak tahu sumber awal isu itu dari mana. Memang saya pernah berbicara dengan Ivar Jenner, tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari pihaknya. Jadi masih menunggu dan belum bisa dipastikan,”
kata Ardi, Jumat lalu. Namun, dia mengakui bahwa timnya memang masih membutuhkan satu pemain diaspora tambahan. Hanya saja, identitasnya belum dipastikan. Rumor yang beredar kuat mengarah ke Shayne Pattynama, yang baru saja bebas status.
“Kemungkinan masih satu pemain lagi. Tapi saya belum tahu pasti karena belum ada pembicaraan dengan manajemen. Yang jelas kami masih membutuhkan satu pemain diaspora,”
tambahnya. Pernyataan ini seperti memberi angin pada spekulasi yang ada.
Ardi juga menegaskan, soal kebutuhan teknis pemain, itu wewenang penuh pelatih kepala. “Kalau soal teknis, itu sepenuhnya pelatih yang lebih paham. Untuk hal tersebut sebaiknya ditanyakan langsung ke pelatih,” pungkasnya. Jadi, prosesnya masih berjalan, masih dalam evaluasi.
Andai Pattynama benar-benar bergabung, ini akan jadi reunian kecil di Persija. Dia akan bertemu kembali dengan rekan-rekan setim di Timnas seperti Rizky Ridho dan Jordi Amat. Kehadiran mereka bersama di satu klub tentu diharapkan bisa membawa chemistry positif untuk performa tim di sisa musim.
Profil Singkat: Dari Rotterdam ke Jakarta?
Shayne Pattynama lahir di Rotterdam, Belanda, 7 Februari 1996. Darah Maluku dari ayahnya membawanya pada pilihan untuk membela Indonesia. Kariernya dimulai dari akademi Feyenoord, lalu merambah ke level profesional di Belanda.
Dia sempat membela klub-klub seperti PEC Zwolle di Eredivisie dan Willem II. Pengalaman di level tertinggi Belanda itu membentuknya jadi bek sayap yang solid, baik bertahan maupun menyerang.
Dia memutuskan untuk membela Timnas Indonesia pada 2023. Keputusan itu disambut gembira. Pattynama langsung menunjukkan kualitasnya di kualifikasi Piala Dunia 2026, menjadi salah satu solusi di posisi bek kiri yang sebelumnya kerap jadi masalah.
Kepindahannya ke Buriram United musim panas lalu dianggap sebagai langkah bagus. Sayang, persaingan ketat dan mungkin perbedaan gaya permainan membuatnya kesulitan. Hanya sepuluh penampilan, lalu kontraknya diputus. Babak Thailand-nya berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Secara gaya bermain, Pattynama adalah bek kiri modern. Punya stamina bagus untuk bolak-balik di sisi kiri, crossing-nya akurat, dan defensifnya cukup tanggung dalam duel satu lawan satu. Pengalaman di Eropa dan Asia memberinya kematangan. Aset-aset itulah yang mungkin diburu Persija Jakarta sekarang.
Tunggu saja. Bursa transfer masih berjalan, dan nama Shayne Pattynama masih menggantung di udara.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Kembali Kalahkan Brian Uriarte di Moto3 Spanyol, Kokoh di Puncak Klasemen Debutan
PSM Makassar Andalkan Empat Bek Asing dan Victor Dethan untuk Curi Poin dari Bali United
PBVSI Panggil 17 Pemain Timnas Voli Putri, Megawati Hangestri Tetap Diandalkan Meski Cedera
Kiandra Ramadhipa Bangkit dari Posisi 17, Kebut ke Peringkat Kedua Klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026