Hodak Waspada: Persebaya, Ancaman Tersembunyi di Balik Puncak Klasemen

- Kamis, 22 Januari 2026 | 23:00 WIB
Hodak Waspada: Persebaya, Ancaman Tersembunyi di Balik Puncak Klasemen

BANDUNG Jadi pemuncak klasemen itu enak, ya? Sorotan ada di kamu, pujian mengalir. Tapi coba tanya pada Bojan Hodak. Pelatih Persib Bandung ini justru sedang waspada betul. Ancaman terbesar buat timnya belum tentu yang nongkrong di peringkat dua atau tiga. Kadang, bahaya itu datang dari tim yang bergerak diam-diam, membenahi diri tanpa banyak gebyar, lalu tiba-tiba siap menggangu di tikungan paling krusial musim ini.

Nah, siapa kira-kira? Menurut Hodak, salah satunya adalah Persebaya Surabaya.

Ini bukan sekadar ucapan normatif seorang pelatih. Hodak, sang arsitek asal Kroasia itu, bicara berdasarkan insting dan bacaannya terhadap dinamika liga. Ia melihat persaingan gelar Super League 2025/2026 bakal melibatkan banyak pemain. Selain Persebaya, ada Persija Jakarta, Borneo FC Samarinda, dan Malut United yang patut diwaspadai Maung Bandung.

Tapi, posisi Persebaya itu unik.

“Persebaya adalah kompetitor yang sangat tangguh. Perubahan di posisi pelatih dan kehadiran beberapa amunisi baru membuat mereka tampil jauh lebih berbahaya,” ujar Hodak.

Pernyataannya singkat saja. Tapi di balik itu, ada pengakuan bahwa Bajul Ijo sedang dalam fase transformasi. Dan fase semacam ini sering jadi titik balik yang bikin lawan keder.

Transformasi mereka nggak ribut, sih. Nggak datangkan bintang besar yang bikin media heboh. Persebaya memilih jalur yang lebih sunyi: ganti pelatih, benahi fondasi, tutup lubang-lubang di skuad lama. Mereka merombak komposisi pemain, menyesuaikan karakter dengan filosofi baru.

Buat tim mapan kayak Persib, justru perubahan model begini yang berbahaya. Lawan yang sudah ‘jadi’ lebih gampang dibaca polanya. Sementara lawan yang sedang berubah-ubah, sulit ditebak. Persebaya sekarang punya wajah baru, tapi DNA-nya tetap sama: agresif, emosional, dan selalu ngasih energi ekstra kalau lawannya klub besar.

Apalagi lawannya adalah Persib. Ini kan musuh tradisional.

Rivalitas mereka nggak pernah netral. Persib dan Persebaya itu lebih dari sekadar dua klub; mereka dua simbol, dua sejarah, dengan basis massa yang selalu berisik. Dalam duel panas kayak gini, logika klasemen seringnya ambrol. Yang berbicara adalah mental, emosi, dan nyali buat ambil risiko.

Hodak paham betul soal ini. Ia tahu, Persebaya hampir selalu naik satu level performanya saat hadapi Persib. Entah di Surabaya atau Bandung, laga ini jarang yang berjalan biasa-biasa aja. Motivasi berlipat, duel lebih keras, intensitas terjaga sampai peluit akhir. Buat tim yang lagi kejar gelar, satu pertandingan kayak gini bisa putar arah musim. Bukan cuma soal tiga poin, tapi soal momentum yang bisa hilang.

Memang, ancaman buat Persib nggak cuma dari satu arah. Hodak juga menyoroti gerak agresif Persija Jakarta dan Malut United. Keduanya punya kesamaan: kantong tebal. Di sepak bola modern, kedalaman skuad sering sejalan dengan kekuatan finansial. Hodak sadar, bursa transfer paruh musim bisa mengacak-acak peta persaingan dalam sekejap.

“Tim dengan finansial kuat biasanya punya fleksibilitas lebih dalam memperbaiki kelemahan,” ujarnya, dengan nada realistis.

Di sisi lain, Borneo FC tetap jadi tolok ukur stabilitas. Rekor 11 kemenangan beruntun di awal musim bukanlah kebetulan. “Borneo tetap ada di sana. Mereka sangat stabil,” akui Hodak. Tapi justru karena stabil, mereka lebih gampang dipetakan. Persebaya lain cerita. Mereka cair, adaptif, dan… sulit ditebak.

Inilah posisi sulit yang kini diduduki Persib. Sebagai pemuncak, setiap lawan datang dengan motivasi ekstra: menjatuhkan sang raja. Sedikit saja lengah, jarak poin bisa menyusut. Dan yang lebih berbahaya, tekanan psikologis bisa berpindah tangan.

Hodak paham, musuh terbesar tim juara adalah inkonsistensi. Bukan kalah dari rival besar, tapi kehilangan fokus di momen-momen yang seharusnya bisa diambil poinnya.

Dan di situlah Persebaya berpotensi jadi batu sandungan paling seram. Mereka mungkin nggak di puncak, tapi punya semua bahan untuk mengacaukan rencana: sejarah rivalitas, mental tempur, perubahan taktik, dan motivasi yang meledak-ledak.

Dalam perburuan gelar, soal utamanya bukan cuma siapa yang paling kuat. Tapi, siapa yang paling siap menghadapi gangguan. Buat Persib Bandung, gangguan yang bernama Persebaya Surabaya itu terasa sangat, sangat nyata.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar