Nah, setelah jeda itulah Alwi benar-benar berubah. Ia tampak "on fire". Tertinggal 13-15, ia malah berbalik unggul 18-15. Drama belum selesai. Wang menyusul lagi hingga 18-19. Suasana mencekam. Tapi Alwi bertahan, menutup gim kedua 21-19. Kepercayaan dirinya kembali, meski terlihat jelas konsistensi masih jadi pekerjaan rumah.
Memasuki gim penentu, stamina keduanya jelas terkuras. Pertukaran poin berlangsung alot, diselingi error dari kedua sisi. Alwi lagi-lagi tertinggal, kali ini 9-11. Ia sempat kesulitan membongkar pertahanan Wang, beberapa pukulannya malah melenceng keluar.
Tapi kemudian, momen itu datang. Alwi mulai memasukkan variasi serangan, kombinasi dropshot dan smash silang yang membuat Wang mati langkah. Dari skor 12-15, ia menyamakan kedudukan 15-15. Lalu, dari 15-16, ia merangkai lima poin beruntun. Pertandingan berakhir dengan pukulan net silang yang tajam. 21-16 untuk Alwi.
Kemenangan ini tentu manis, tapi juga penuh pelajaran. Ia menunjukkan mental untuk bangkit dari ketertinggalan, meski harus melalui jalan yang berliku.
Artikel Terkait
PSM Makassar Berburu Gervane Kastaneer, Striker Peserta Piala Dunia 2026
Vinicius dan Siulan Bernabéu: Kritik Pedas atau Pengakuan Terselubung?
PSIS Semarang Rekrut Muhamad Hidayat, Tambah Amunisi di Lini Tengah
Mimpi Juventus di Monaco: Menang Saja Tak Cukup, Butuh Keajaiban Beruntun