“Saat ini Dimov sedang pulang dulu ke Eropa,” jelasnya.
Dimov yang berusia 31 tahun itu disebutkan ingin menghabiskan waktu dengan keluarganya. Soal langkah selanjutnya dalam karier, masih belum jelas. Meski begitu, pintu untuk kembali main di Indonesia rupanya belum ditutup sepenuhnya.
“Saat ini sudah ada beberapa ketertarikan dari klub Super League. Jadi, mari kita lihat bagaimana ke depannya,” tambah Budi.
Nah, belum kembalinya Dimov ini bikin tanda tanya besar. Masa depannya di Persebaya makin suram. Di sisi lain, situasi ini kayaknya jadi sinyal buat manajemen untuk cari opsi lain di lini belakang.
Di tengah ketidakpastian itu, peran Yuran Fernandes bakal makin krusial. Bek andalan ini berpotensi kembali jadi tulang punggung, apalagi kalau manajemen akhirnya memutuskan untuk enggak cari pengganti Dimov dan mengandalkan stok pemain yang ada.
Kepergian Kadek dan Dimov nambah panjang daftar pemain yang hengkang dari Persebaya. Sebelumnya, kabarnya Diego Mauricio, Rizky Dwi, dan kiper Rendy Oscario juga sudah dilepas. Perombakan ini jelas menunjukkan arah: Persebaya sedang bersih-bersih untuk bikin skuad yang lebih kompetitif.
Langkah berani ini, tentu saja, diambil demi satu tujuan: memperbaiki performa di paruh musim kedua. Dengan penataan ulang di sektor pertahanan dan kejelasan nasib pemain asing, Green Force berharap bisa tampil lebih solid dan konsisten. Perjalanan di putaran kedua Super League 2025–2026 tinggal menunggu waktu. (zak/)
Artikel Terkait
Super League 2025/2026 Kembali Bergulir, Duel Panas Siap Warnai Putaran Kedua
Trofi Piala Dunia 2026 Singgah di Jakarta, Ribuan Penggemar Berebut Foto
Pocari Sweat Run 2026 Siap Pacu Wisata Olahraga di Lombok dan Bandung
Paulo Ricardo Pasang Target Juara untuk Persija di Tengah Perburuan Gelar