Lapangan Aspmyra di Bodø jadi saksi kejutan besar. Manchester City, sang raksasa, tumbang dengan skor 3-1 dari tuan rumah Bodø/Glimt dalam lanjutan Liga Champions. Hasil ini jelas pukulan telak bagi tim asuhan Pep Guardiola.
Kasper Hogh tampil sebagai bintang sekaligus mimpi buruk bagi pertahanan City. Pemain itu mencetak dua gol. Satu gol lagi ditambahkan Jens Petter Hauge, memperlebar jarak. Rayan Cherki hanya mampu membalas satu gol untuk City, yang terasa tak lebih dari sekadar hiburan.
Pep Guardiola tak menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, dua gol cepat yang kebobolan di awal laga menjadi titik balik yang fatal.
“Pertandingan berlangsung ketat dan kami mencoba menemukan peluang kami, tetapi setelah itu, sayangnya, mereka mencetak dua gol lebih awal dan kami tidak bisa bangkit kembali,”
Ucapnya dalam konferensi pers. Suasana di kubu lawan, tentu saja, bertolak belakang.
Pelatih Bodø/Glimt, Kjetil Knutsen, terlihat begitu bersemangat. Kebahagiaannya tak terbendung.
“Saya merasa luar biasa! Saya pikir kami memainkan pertandingan yang sangat bagus hari ini dan kami tahu kami bermain melawan tim kelas dunia,”
“Pertama-tama, kami perlu bertahan dengan baik. Kami tidak bisa memberi mereka banyak ruang di tengah dan kami perlu bekerja sama dengan semua 11 pemain,”
lanjutnya. Strateginya ternyata jitu.
Knutsen memuji anak asuhnya yang cerdik merebut bola di area penting, lalu dengan cepat beralih ke serangan balik yang mematikan. Itu kunci kemenangan mereka.
“Saya pikir kami sangat bagus ketika lawan memberi kami ruang dan saya pikir kami mencetak beberapa gol yang luar biasa hari ini,”
tegasnya penuh bangga. Kemenangan ini pasti akan dikenang lama oleh klub Norwegia itu.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares