Iran Diambang Mundur dari Piala Dunia 2026, Gejolak Politik dan AS Jadi Momok

- Selasa, 20 Januari 2026 | 17:30 WIB
Iran Diambang Mundur dari Piala Dunia 2026, Gejolak Politik dan AS Jadi Momok
Iran dan Dilema Piala Dunia 2026

Keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 tiba-tiba saja dipertanyakan. Padahal, tiket ke turnamen paling bergengsi di dunia itu sudah di tangan. Namun, kabar terbaru menyebut Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) justru membuka peluang untuk mundur. Situasinya memang rumit, dipicu oleh kondisi politik dalam negeri yang belum stabil dan lokasi pertandingan yang dianggap sensitif.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada pertengahan 2026 itu seharusnya menjadi panggung bagi Iran. Tapi, rencana itu kini tampak goyah. Persiapan yang seharusnya fokus pada latihan, malah dikabarkan dibayangi oleh pembahasan serius di internal federasi soal risiko non-teknis. Mereka khawatir, keselamatan tim dan stabilitas federasi sendiri bisa terancam.

Menurut laporan Iran Wire, ada dua alasan pokok yang membuat posisi Iran jadi "abu-abu". Pertama, tentu saja situasi politik dan keamanan di dalam negeri. Gelombang protes yang disebut-sebut menelan banyak korban jiwa belum benar-benar reda. Kondisi seperti ini, mau tidak mau, memengaruhi konsentrasi dan persiapan tim. Bukan cuma itu, keamanan para pemain dan ofisial jika dipaksakan berangkat pun jadi pertimbangan besar.

Isu politik ini ternyata berdampak langsung pada FFIRI. Tekanan internal yang mereka terima membuat keputusan untuk tampil di Piala Dunia tidak lagi murni urusan lapangan hijau. Sekarang, ini sudah menyangkut stabilitas yang lebih luas dan tentu saja, keselamatan personel tim.

Lalu, alasan kedua yang tak kalah pelik adalah soal tempat bermain. Berdasarkan undian, Iran masuk Grup G bersama Mesir, Selandia Baru, dan Belgia. Nah, semua laga grup mereka dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.

Hubungan diplomatik Tehran dan Washington yang sejak lama tidak akur membuat situasi ini jadi rawan. Kekhawatiran muncul dari berbagai sisi: mulai dari keamanan tim selama di AS, pergerakan suporter yang mungkin dibatasi, sampai potensi kendala administratif yang bisa menyulitkan delegasi Iran. Faktor geopolitik ini benar-benar jadi momok.

Dua masalah berat itulah yang mendorong FFIRI mempertimbangkan langkah ekstrem: mundur. Wacananya sudah beredar, meski belum ada pernyataan hitam di atas putih dari federasi. Pembahasan internal diklaim sedang berlangsung.

Kalau benar Iran memilih angkat kaki, efeknya akan terasa luas. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pasti akan kebingunan. Mereka wajib menunjuk pengganti untuk mengisi slot Asia yang ditinggalkan Iran. Prosesnya pasti akan ramai diperbincangkan, apalagi kuota Asia untuk Piala Dunia 2026 memang bertambah. Tapi, kepergian Iran sebagai salah satu kekuatan tradisional Asia tetap akan menjadi pukulan. Bayangkan, turnamen kehilangan satu tim yang selalu punya daya kejut.

Sampai detik ini, FIFA juga masih bungkam. Badan sepak bola dunia itu memang terkenal sangat hati-hati menangani isu yang melibatkan politik dan keamanan, terlebih saat turnamen besar seperti ini akan digelar.

Jadi, sekarang semua mata tertuju pada keputusan FFIRI. Apakah mereka akan nekat mengesampingkan segala risiko demi panggung dunia? Atau justru memilih mundur untuk alasan yang lebih besar? Pilihannya tidak mudah. Dan apapun itu, dampaknya akan mengubah dinamika Piala Dunia 2026.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar