MAKASSAR Masa depan Abu Kamara di PSM Makassar tampak makin suram. Jelang putaran kedua Super League 2025/2026, penyerang asal Liberia itu lagi-lagi tak terlihat di lapangan latihan. Spekulasi pun bergulir: posisinya di skuad Juku Eja benar-benar terancam.
Senin (19/1/2026) kemarin, PSM berlatih di Stadion Kalegowa, Gowa. Mereka mempersiapkan laga kontra Persijap Jepara yang akan digelar Sabtu mendatang. Dari 28 pemain yang hadir, nama Kamara tak ada dalam daftar. Ini bukan kali pertama dia absen. Polanya mulai jelas, dan itu mengkhawatirkan.
Latihan dipimpin langsung Tomas Trucha. Di sisi lapangan, asistennya Ahmad Amiruddin dan Celso Silva mengawasi menu teknis. Tapi sorotan utama justru pada siapa yang tidak ada. Absennya Kamara jadi pertanyaan besar, terutama karena ia sebenarnya sudah memberikan kontribusi.
Bagaimanapun, Kamara sudah menjalani setengah musim. Tiga gol dan satu assist dari 13 penampilan angka yang sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Namun, sejak Tomas Trucha mengambil alih kursi kepelatihan, peran Kamara seperti menguap. Dia lebih sering duduk di bangku cadangan, bahkan belum sekalipun bermain penuh 90 menit. Sebuah sinyal yang sulit diabaikan.
Rupanya, filosofi Trucha berbeda. Pelatih asal Eropa itu dikenal keras soal intensitas, disiplin posisi, dan kerja keras pemain depan saat bertahan. Kriteria yang, sejauh ini, sepertinya belum sepenuhnya dipenuhi oleh Kamara.
Di sisi lain, Trucha dikabarkan sudah mulai menemukan formula baru di lini serang. Dia punya opsi lain yang dianggap lebih cocok dengan skema taktiknya. Akibatnya, ruang untuk pemain yang dianggap kurang selaras jadi menyempit. Rotasi pemain depan kini dilakukan dengan sangat selektif.
Absennya Kamara juga memantik spekulasi lain: mungkinkah PSM sedang menyiapkan skenario pelepasan? Bursa transfer paruh musim masih terbuka lebar. Klub asal Makassar ini dikenal tak ragu melakukan perombakan jika dirasa perlu. Jika Trucha sudah yakin dengan komposisinya, maka Kamara bisa jadi korban transisi ini.
Bagi sang pemain sendiri, waktu terasa makin mendesak. Dia harus cepat membuktikan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan dalam proyek Juku Eja. Namun, dengan terus menerus absen dari latihan, kesempatan itu kian sulit diraih.
Putaran kedua nanti akan menjadi ujian penentu. Apakah Abu Kamara masih punya tempat di tim ini, atau justru harus angkat kaki dari Makassar lebih cepat dari yang diduga? Jawabannya, mungkin saja sudah ada di depan mata.
Artikel Terkait
Camavinga Tegaskan Komitmen Bertahan di Real Madrid
Persijap Jepara Kalahkan Semen Padang, Papan Bawah BRI Liga 1 Makin Sengit
Moh Zaki Ubaidillah Siap Sambut Debut Tak Terduga di Piala Thomas 2026
Arsenal Dikabarkan Incar Lucas Bergvall, Bintang Muda Tottenham di Tengah Ancaman Degradasi