Tapi semua itu bukan alasan utama. "Tapi terlepas dari itu semua, ya, memang Lin Chun-Yi bermain bagus dan saya tadi banyak tertekan, agak terburu-buru. Sudah mencoba, tapi pada akhirnya, ya, ini hasilnya," tuturnya dengan lapang.
Tak ada waktu lama untuk berlarut. Fokus Jonatan kini sudah beralih ke turnamen berikutnya: Indonesia Masters 2026 yang akan berlangsung 20-25 Januari di Istora Senayan. Baginya, kunci utama adalah adaptasi.
"Evaluasinya mungkin dari menyikapi kondisi perubahan setiap match dan setiap lapangan. Jadi kan setiap venue punya keunikan masing-masing. Seperti di Indonesia Masters besok di Istora seperti apa, di sini beda, Malaysia kemarin beda juga," papar Jonatan.
Perbedaan venue itu, menurutnya, cukup mempengaruhi strategi dan cara bermain. "Dan itu cukup jadi pengaruh ke dalam strategi, cara bermain di lapangan jadi harus bisa lebih membaca dan menyikapi keadaan."
Hal pertama yang akan dilakukannya? Pemulihan. Dua turnamen beruntun jelas menguras tenaga. "Setelah ini fokusnya untuk recovery dulu semaksimal mungkin karena dari dua turnamen ini cukup melelahkan. Mudah-mudahan bisa cepat dan kembali fit di Istora minggu depan," pungkasnya. Istora menunggu.
Artikel Terkait
Paes Bantah Keras Rumor Hijrah ke Persib: Berita Palsu!
Persebaya Krisis Striker Lokal, Bernardo Tavares Diburu Waktu
Diam di Bursa Transfer, Strategi atau Terjebak Sanksi?
Duka di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Kolaps di Pinggir Lapangan