KEDIRI – Persik Kediri benar-benar tak main-main. Menyambut putaran kedua kompetisi, manajemen Macan Putih membuat gebrakan yang bikin banyak pihak tercengang.
Mereka berhasil memboyong Adrian Luna ke Stadion Brawijaya. Namanya mungkin tak asing bagi pencinta sepak bola. Dia adalah gelandang serang asal Uruguay yang harganya selangit, ditaksir mencapai Rp10,43 miliar. Tapi, kedatangannya bukan cuma soal angka. Luna diharapkan bawa angin segar, mental juara, dan seabrek pengalaman kelas Eropa langsung ke jantung pertahanan tim.
Jejak kariernya sendiri mentereng. Di usia 33 tahun, Luna sudah jelajahi banyak liga. Pernah main di La Liga Spanyol bersama Espanyol, lho. Saat itu, dia satu tim dengan bintang Brasil, Philippe Coutinho.
Tak cuma di Eropa. Petualangannya ke Australia juga berbuah manis. Bersama Melbourne City FC, dia sukses bawa pulang gelar juara liga pada musim 2020/2021.
Setelah itu, karirnya berlanjut ke India. Selama tiga musim terakhir, dia jadi jantung sekaligus kapten Kerala Blasters FC. Statistiknya nggak main-main: 87 penampilan, 15 gol, dan 27 assist. Angka yang cukup buat bikin lawan ciut nyali.
Nah, tantangan barunya sekarang ada di Indonesia. Bergabung dengan Persik Kediri, Luna terlihat antusias. Dia bilang siap beradaptasi dengan kultur sepak bola lokal dan tentu saja, bantu perbaiki posisi tim.
“Ini akan menjadi pengalaman berbeda bagi saya; negara baru dan budaya baru. Saya sangat senang bisa berada di sini bersama Persik,” ungkap Luna.
Ambisi pribadinya jelas. Dia pengin langsung berkontribusi, bukan cuma numpang nama.
“Saya ingin mendapatkan menit bermain sebanyak mungkin, mencetak gol, memberikan assist, dan membantu tim memenangkan setiap pertandingan,” tegasnya.
Memang, aturan mainnya nggak mudah. Kuota pemain asing di Super League ketat, cuma tujuh yang bisa main dari awal. Tapi Luna justru lihat ini sebagai hal positif. Persaingan internal, menurutnya, bakal dorong level seluruh pemain.
“Persaingan untuk tempat utama itu penting karena akan mendorong level setiap pemain meningkat. Yang terpenting, semua pemain memiliki fokus yang sama: membantu tim saat dibutuhkan,” ujar pemain yang mengawali karier di Defensor Sporting ini.
Dengan kedatangan Luna, puzzle skema pelatih Marcos Reina makin lengkap. Sebelumnya, Persik sudah dulu datangkan Jon Toral dan Chechu Meneses. Sekarang, lini tengah Macan Putih diramalkan bakal jadi salah satu yang paling kreatif dan berbahaya di Super League musim ini.
Artikel Terkait
Mauricio Souza Kritik Kreativitas Lini Depan Meski Persija Taklukkan PSBS Biak
Marc Marquez Buka Peluang Pensiun Dini dari MotoGP Usai Musim 2026
Kemenpora dan Kemendikbudristek Sinergi Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari