Di sisi lain, Glasner membantah sudah punya tujuan pasti. Ia menepis rumor yang menghubungkannya dengan kursi panas di Old Trafford, yang lowong setelah Ruben Amorim dipecat dua pekan lalu. “Saya belum berbicara dengan klub lain,” tegasnya. Ia bahkan sudah berjanji pada para pemain untuk memberikan yang terbaik demi mencatatkan musim terbaik dalam sejarah Palace.
Prestasinya di klub London selatan itu memang patut diacungi jempol. Di usianya yang ke-51, ia berhasil membawa The Eagles meraih kemenangan Piala FA pertama mereka dengan mengalahkan Manchester City pada Mei lalu. Sebuah pencapaian yang manis.
“Sekarang kami unggul empat poin dibandingkan pada tahap musim ini dan kami akan melakukan segala upaya untuk membawa pulang trofi lain ke Selhurst Park,” lanjutnya penuh semangat.
Masih ada tugas yang menanti. Glasner harus menyelesaikan kontraknya dengan baik, sekaligus mengarahkan Palace menuju tempat-tempat di Eropa. Mereka masih bertahan di Conference League dan sedang berjuang untuk lolos ke babak gugur.
“Kami baru saja melakukan undian Liga Conference hari ini, kami akan bermain melawan Zrinjski Mostar dari Bosnia di undian play-off dan saya telah melihat bagan undian, akan sangat menarik siapa yang akan kami hadapi di grup kami,” ujarnya tentang tantangan mendatang.
Menurut sejumlah saksi, dalam komentar terakhirnya kepada wartawan, Glasner bersikukuh tidak akan lagi menjawab pertanyaan tentang masa depannya. Fokusnya sekarang hanya satu: menyelesaikan pekerjaan dengan baik di Palace.
Mereka akan menghadapi lawan dari Bosnia itu dengan harapan bisa melangkah lebih jauh. Perjalanan masih panjang. Dan untuk Glasner, babak baru dalam kariernya pun sebentar lagi akan dimulai.
Artikel Terkait
Mbappe Siap Pimpin Madrid Bangkit dari Duka
PSIS Semarang Gempur Bursa Transfer, Empat Pemain Lokal Dilepas
Fajar/Fikri Tak Puas Hanya Jadi Raja Runner-up
Persebaya Siap Boyong Witan dan Sananta di Bursa Transfer Paruh Musim